Fakta Mitos Mata Kedutan, Timbilan dan Bulu Mata Jatuh

Ungkap fakta mitos mata kedutan, timbilan, dan bulu mata jatuh secara medis dan ilmiah

Konon katanya mata kedutan bisa jadi firasat akan adanya sesuatu yang menghampiri kita. Apakah akan dapat rezeki atau musibah tergantung letaknya, di kanan atau kiri. Kemudian mata timbil atau bintit, mitosnya dikarenakan hobi mengintip. Lalu bulu mata jatuh, kabarnya terjadi sebagai pertanda ada seseorang yang sedang merindukannya. Benarkah? Berikut ruangsehat.net akan coba ungkap fakta mitos-mitos mata tersebut.

Mitos bisa diartikan sebagai cerita turun-temurun dari orang tua, bahkan nenek moyang. Memang sebagian cerita mitos tidak sesuai fakta. Meskipun begitu, isinya ada juga yang baik. Yaitu berupa pesan agar kita tidak melakukan yang buruk.

Hampir setiap negara mempunyai cerita mitos seperti ini. Di masyarakat Indonesia sendiri ada sangat banyak. Namun seiring perkembangan zaman biasanya mitos mulai ditinggalkan. Karena sangat banyak dan kita dari kemarin membahas tentang mata, bagaimana kalau artikel kali ini membahas mitos khusus mata saja? Jika anda lahir di tahun 90-an, kemungkinan besar anda tidak tau mitos-mitos ini.

Fakta mitos mata kedutan pertanda atau firasat sesuatu?

Mitos mata kedutan dulu berkembang di Indonesia khususnya Jawa. Jika kelopak mata anda mengalami gerakan kecil atau kontraksi tak terkontrol berulang-ulang, konon kabarnya itu pertanda sesuatu akan menghampiri anda.

Sesuatu tersebut bisa berupa kebahagiaan atau pun kesedihan. Untuk memastikan lebih detailnya kita bisa lihat mata bagian mana yang kedutan. Kalau mata kanan bagian atas pertanda akan mendapat rezeki tak terduga. Mata kanan bawah pertanda dapat kabar baik atau menyenangkan. Mata kiri atas akan dapat kabar buruk. Dan kalau kiri bawah, ini yang paling bahaya, akan mendapatkan musibah.

Mungkinkah di zaman sekarang masih ada yang tanya apakah mitos mata kedutan benar? Hmm, saya tidak berani bilang bahwa mitos itu sepenuhnya salah. Yang jelas secara medis penyebab mata kedutan itu sudah diketahui. Yaitu karena adanya kontraksi otot sehingga menggerakan kelopak mata. Penyebab adanya kontraksi ini karena tubuh kita kelelahan.

Jadi kalau mitos kedutan mata kiri bawah pertanda akan dapat musibah salah satu contohnya sakit, itu ada benarnya juga. Bagaimanapun tubuh kelelahan harusnya diistirahatkan. Kalau tidak, ujung-ujungnya bisa sakit.

Lebih lanjut mengenai fakta mitos mata kekedutan, silakan baca:

Fakta mitos mata bintitan / timbilan pertanda suka mengintip?

Waktu kecil saya sendiri sering mengalami mata timbilen. Di sekolah oleh teman-teman, saya dikatain suka mengintip. Waktu pulang ke rumah saya tanya ibu juga begitu jawabannya. Bahkan beliau menambahkan jawabannya, mata timbilan tidak hanya diakibatkan mengintip tapi juga pertanda suka menyembunyikan barang agar tidak dimintai atau dipinjam orang lain. Jadi ngakunya tidak punya, padahal punya tapi diumpetin.


Sampai saat ini penderita mata bintitan kadang masih sering dituduh suka mengintip meskipun tuduhannya hannya sebatas bercanda. Di samping malu, memang sih mata sebaiknya harus segera di atasi. Cara mengatasinya silakan baca di cara mengobati mata bintitan sudah lama dan mengeras yang ampuh dan cepat dalam hitungan hari.

Di artikel tersebut tidak hanya berisi cara atasinya saja, tapi juga lengkap dengan info penyebabnya. Kalau anda baca, nanti anda sekaligus akan tau bahwa mitos mata bintitan karena mengintip itu tidak benar.

Fakta mitos bulu mata jatuh karena ada seseorang yang merindukan?

fakta mitos mata

Mitos seputar mata selanjutnya selain mata kedutan dan timbilan yang sering beredar di masyarakat iyalah bulu mata jatuh. Memang sih bulu mata kadang-kadang lepas dan jatuh dan mendarat di pipi bawah mata. Jumlahnya Cuma satu biji sih dan itu biasanya ditemukan oleh teman saat kita sedang berdekatan dengannya. Sambil membantu mengambilnya, dia berkata, ” Bulu mata kamu jatuh, pertanda ada yang sedang merindukanmu nih.”

Setelah terambil, bulu mata diperlihatkan ke kamu sebagai bukti. Akhirnya kamu senyum-senyum ge-er karena ada yang merindukan. Atau bisa juga saat kamu sedang bercermin sendirian. Kita sering menemukan bulu mata sendiri yang jatuh dan mendarat di bawah kelopak mata.

Lalu anda penasaran kira-kira siapa yang sedang merindukanmu. Untuk mencari tau inisial namanya kita bisa menaruh bulu tersebut ke tangan kiri. Lalu tangan kanan menepuk-menepuknya sampai bulu menempel dan ikut terangkat di tangan kanan. Setiap tepukan sebut urutan huruf A sampai Z. Bila bulu berhasil terpindahkan di urutan huruf tertentu, itu lah inisial nama yang sedang merindukan kamu.

Terdengar konyol memang. Tapi mitos tersebut benar-benar pernah beredar di masyarakat. Namun pernah beredar bukan berarti isi ceritanya benar. Untuk penjelasan secara medis mengenai bulu mata jatuh, sebaiknya simak berikut.

Bulu mata merupakan salah satu dari bagian-bagian mata. Terdiri dari rambu yang jumlahnya lebih jarang dari alis. Baik bulu mata maupun alis normalnya tidak bisa memanjang seperti rambut di kepala.

Saat berumur sudah lebih 3 bulan, biasanya bulu mata memang akan lepas dan kemudian tumbuh bulu yang baru. Ini adalah siklus alami yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan seseorang yang sedang merindu. Mengapa harus lepas? Karena memang sudah tua.

Baca juga: bagian-bagian mata dan fungsinya

Bulu mata lepas umumnya satu per satu, tidak rontok sekaligus. Jika bulu anda mengalami kerontokan, bisa jadi anda menderita penyakit lain yang lumayan serius. Saran terbaiknya, kunjungilah dokter segera mungkin. Nanti di sana akan diperiksa apakah benar-benar ada penyakit lain atau hanya berupa alergi karena anda menggunakan produk kecantikan yang kurang cocok. Jika iya, hentikan penggunaan dan cari alternatif lain.

Sekian artikel kali ini yang mencoba mengungkapkan fakta mitos mata yang sering beredar luas di masyarakat. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan anda mengenai mata kedutan, mata bintitan atau timbil, dan bulu mata jatuh. Sehingga bila anda mengalaminya akan segera tau bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya agar tidak kambuh lagi ke depannya. Terimakasih dan jangan lupa baca artikel kesehatan menarik lainnya di bawah ini.

Bagikan artikel ini:
Loading...


loading...