Fakta Khasiat Alang-alang bagi Kesehatan yang Anda Harus Tahu

Khasiat dan Manfaat Alang-alang | Ruangsehat.net – Alang-alang sudah lama dikenal sebagai tanaman yang memiliki manfaat sebagai obat. Tanaman ini dipercaya memiliki khasiat meluruhkan air seni, pereda rasa nyeri dan menurunkan tekanan darah tinggi. Dalam tulisan ini kami akan menjelaskan berbagai khasiat dari alang-alang dan contoh penggunaannya.

Nama dan Klasifikasi Ilmiah

Alang-alang memiliki nama ilmiah (Imperata cylindrica). Ia digolongkan masuk suku Poaceae (Gramineae). Memiliki nana sinonim I. arundinance Cyrilli, Lagurus cylindricus L dan Saccharum cylindricum Lamk.

Di Nusantara Alang-alang dikenal dengan berbagai nama. Di Sumatera ia dipangil naleueng lakoe (Aceh), jih (Gayo), rih, ri (Bukittinggi), alalang, hilalang, ilalang. Di Jawa ia dipanggil dengan alang-alang, kamblengan (Jawa), ki eurih (SUnda), kebut, lalang (Madura). Di Kalimantan namanya halalang, tingen.

Di Nusa Tenggara re (Sasak, Sumbawa), ati ndolo (Bima), witu (Sumba), kii, lue (Flores). di Bali namanya ambengan. Di Sulawesi namanya he, padang, padanga, padongo, deya, reja. Di Maluku bernama ri, weli, weri, wela hutu, palate, putune, ige, weljo, kuso, kusu-kusu. di Papua disebut gombur, ruren, mesofou, ukua, mentahoi, matawe, urmamu, omasa dan kalepip.

Dalam dunia pengobatan, simplisia rimpang alang-alang disebut juga dengan nama Imperatae Rhizoma.

Tempat Tumbuh dan Ciri-ciri

Alang-alang tumbuh liar di hutan, ladang, lapangan rumput dan tepi jalan pada daerah kering yang mendapat sinar manatari. Tanaman yang mudah menjadi banyak ini disa ditemukan pada ketinggian 1 – 2.700 m di atas permukaan laut (dpl.).

Alang-alang

Alang-alang

Terna setahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 30 – 180 cm, berbatang padat dan berubuku-buku yang berambut jarang. Daunnya berbentuk pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang.

Daunnya berwarna hijau dengan oanjang 12 – 80 cm dan lebar 5 – 18 mm. Memiliki perbungaan berupa bulir majemuk dengan anjang tangkai bulir 6-30 cm. Panjang bulir sekitar 3 mmm, berwarna putih, agak menguncuo dan mudah diterbangkan angin.

Pada satu tangkai terdapat dua bulir bersusun. Yang terletak di atas adalah bnga sempurna, sedang yang di bawah adalah bunga mandul. Pada pangkal bulur terdapat rambut halus yang panjang dan padat berwarna putih.

Biji jorong dengan panjang sekitar 1 mm berwarna coklat tua. Akarnya kaku, berbuku-buku dan menjalar. Tunasnya yang masih muda bisa dimakan dan bermanfaat bagi anak-anak.

Khasiat bagi Kesehatan Manusia

Akar alang-alang memiliki rasa yang manis dan bersifat mendinginkan. Ia masuk ke meridian paru-paru, lambung dan kandung kemih. Rimpang alang-alang juga berkhasiat tonik, pereda deman (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), mendinginkan darah dan menghentikan pendarahan (hemistatik) dan menghilangkan haus. Tunasnya yang masih muda berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuretik).

Menurut penelitian, akar dan batang alang-alang diketahui mengandung zat-zat bermanfaat seperti: manitol, glukosa, malic acid, ciitric acid, coixol, arunoin, cylindrene, cylindol A, graminone B, imeranene stigmasterol, campesterol, B-sitosterol, ferenol, arboinone, arborinol, isoarborinol, simiarenol, anemonin dan tanin.

Bagian yang sering digunakan manusia sebagai obat adalah akar (rimpang), tunasnya yang masih muda serta bunganya.

Penyakit yang bisa diobati dengan alang-alang

Akar alang-alang dapat digunakan untuk mengobati:
– bengkak (edem) karena radang ginjal akut, infeksi saluran kencing
– kencing sedikit
– bengkak karena terbentur (memar)
– pendarahan akibat panasnya darah (blood heat) seperti mimisan (epistaksis), muntah darah, batuk darah, urine berdarah
– wasir (hemoroid)
– demam disertai batuk, flu dan sesak
– tekanan darah tinggi dan
– sakit kuning

Bunganya dapat digunakan untuk meringankan batuk darah dan mimisan akibat penyakit paru.

Pengolahan Sebagai Obat

Untuk pengobatan, alang-alang diaplikasikan dengan dua cara, yaitu pertama diminum dan kedua dipakai di luar tubuh (di kulit).

Untuk obat yang diminum, pengolahannya adalah dengan merebus akar alang-alang kering sebanyak 15 – 30 gram, atau 30 – 60 gram bila menggunakan yang segar. Untuk pengolahan bunga digunakan 5-10 mg dan bila menggunakan tunas muda banyaknya 5-10 gram.

Untuk akar yang segar, pengolahan juga bisa dilakukan dengan ditumbuk dan diperas airnya. Sementara untuk yang kering bisa digiling untuk dijadikan bubuk.

Sementara untuk keperluan pemakaian luar (tubuh), pengolahannya dengan menggiling halus bulir bunga berikut tangkainya dan dibubuhkan pada luka atau disumbatkan ke hidung untuk menghentikan pendarahan.

Khasiat Akar Alang-alang dan Cara Mengolahnya

1. Mengobati muntah darah

Cuci alang-alang segar sebanyak 30 – 60 gram lalu dipotong-potong. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum setelah dingin. Lakukan 2-3 kali sehari.

2. Mengobati mimisan

Cuci akar alang-alang segar, lalu potong-potong. Tumbuk dan peras sampai airnya terkumpul 100 cc lalu diminum. Cara lain, rebus akar alang-alang segar sebanyak 100 gram dengan dua liter air sampai tersisa separuhnya, lalu diminum sebagai teh.

3. Mengobati Urine berdarah

Rebus akar alang-alang segar sebanyak 100 gram dengan dua liter air sampai tersisa 1.200 cc. Tambahkan gula batu secukupnya. Ramuan ini dibagi untuk tiga kali minum.

4. Mengobati kencing nanah

Rebus akar alang-alang kering (60 gram) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Ramuan ini dibagi untuk 2 kali minum dan lakukan secara rutin selama 10 hari.

5. Mengobati hepatitis akut menular

Rebus akar alang-alang segar sebanyak 30 gram dengan air secukupnya.  Setelah dingin minum seperti air teh

6. Mengobati Radang ginjal akut

Cuci akar alang-alang sebanyak 60 – 120 gram, daun kumis kucing 30 gram, daun sendok 30 gram dan daun sambiloto 40 gram. Lalu potong-potong dan rebus dengan lima gelas air sampai tersisai 2 gelas. Setelah dingin, bagi menjadi dua untuk diminum pada gai dan sore hari.

Catatan: penderita dengan lambung lemah dan banyak kencing dilarang minum rebusan akar alang-alang.

Referensi:
1. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4. Dr Setiawan Dalimartha. Puspa Swara, 2007.
2. Pengobatan Cara Herbal dan Pijat Refleksi. Solusi hidup sehat alami dengan Mudah. MB Rahimsyah, AR. Lingkar Media.



loading...