5 Makanan yang Bisa Memicu Impotensi

Makanan yang Bisa Memicu ImpotensiRuangsehat.net | Salah satu cara yang alami dan terjangkau untuk meningkatkan kesehatan seksual Anda adalah dengan memperbaiki pola makan Anda. Begitu pun jika Anda memiliki masalah ereksi pada penis, atau disebut juga disfungsi ereksi alias impotensi. Untuk mengatasi hal ini, yang terbaik adalah dengan menghindari makanan yang dapat memicu impotensi, serta menjauhi faktor lingkungan dan bahan kimia yang diketahui memengaruhi kesehatan seksual pria.

Cara Mengobati Impotensi

Makanan yang Bisa Memicu Impotensi

  1. Daging

Tahukah Anda bahwa jika kesehatan jantung Anda terganggu, maka kemungkinan Anda juga akan memiliki masalah impotensi? Bahkan, banyak pria yang tidak menyadari bahwa disfungsi ereksi merupakan salah satu tanda awal dari masalah jantung.

Lemak hewani dan kolesterol sangat buruk bagi jantung Anda. Tukarlah sebagian daging dalam makanan Anda dengan alternatif yang sehat bagi jantung, seperti tanaman sumber protein dan lemak ikan yang kaya akan asam lemak omega-3. Tidak semua lemak buruk bagi Anda. Lemak yang membantu meningkatkan kesehatan jantung meliputi lemak yang ditemukan dalam minyak zaitun, alpukat, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Selain itu, hindarilah diet tinggi protein karena dapat mengurangi jumlah testosteron yang Anda produksi. Protein harus menyusun sebanyak 25 sampai 30% dari kalori harian Anda.

  1. Gorengan

Gorengan juga tidak baik bagi fungsi jantung dan seksual Anda. Ketika dipanaskan hingga suhu tinggi untuk memasak, minyak menjadi salah satu makanan yang paling tidak sehat bagi jantung Anda, berkontribusi terhadap penyakit jantung, kanker, dan masalah kolesterol. Gorengan menyebabkan kenaikan berat badan, yang merupakan salah satu faktor penyebab ketidakseimbangan hormon dan kesulitan ereksi.


  1. Makanan dalam kemasan kaleng atau plastik

Bisphenol-A (BPA) merupakan bahan kimia yang ditemukan dalam produk plastik serta lapisan dalam makanan kaleng. Hindari makanan kalengan dan daging yang disimpan dalam plastik. Meskipun tomat baik bagi kesehatan jantung, prostat, dan seksual pria, tomat yang disimpan dalam kaleng memiliki kadar BPA yang tinggi dari lapisan kalengnya.

Kenapa BPA tidak baik? Bahan kimia ini dapat menghambat hormon seks. Penelitian telah menemukan kaitan antara BPA dengan ED dan penurunan hasrat seksual, serta ketidaksuburan dan gangguan hormon lainnya. Anda dapat menemukan BPA dalam kebanyakan botol air plastik dan wadah plastik yang dapat digunakan kembali.

Carilah produk berlable “Bebas-BPA” dan gunakan wadah kaca atau keramik untuk menyimpan makanan. Jangan memasak atau menghangatkan makanan Anda dengan microwave dalam wadah plastik atau mencuci wadah plastik dengan mesin cuci piring karena panas dapat melepaskan bahan kimia dalam produk tersebut.

Pengganggu hormon lainnya dapat ditemukan dalam pestisida, herbisida, fungisida dan kontaminan lingkungan lainnya. Pilihlah produk organic dan produk “Bebas-BPA” untuk mengurangi tingkat paparan Anda.

  1. Kedelai

Kedelai dan makanan lainnya juga dapat memengaruhi hormon Anda. Makanan seperti kedelai dan makanan olahan yang tinggi karbohidrat dan lemak tidak sehat yang berlebihan dapat menyebabkan efek estrogenic. Ini berarti makanan tersebut mengandung bahan kimia yang serupa dengan estrogen, hormon wanita yang dimiliki pria dalam jumlah yang lebih kecil. Penting untuk menjaga keseimbangan yang tepat antara estrogen dan testosteron untuk mempertahankan kesehatan seksual, mood, energy, dan kekuatan Anda.

Ada pengecualian untuk kedelai. Kedelai yang difermentasikan seperti tempe dan miso adalah bentuk kedelai yang lebih sehat. Jadi, pilihlah kedelai yang difermentasikan dan hindarilah kedelai yang ditemukan dalam makanan olahan.

  1. Alkohol

Alkohol dapat mengurangi stres, tetapi juga dapat membuat ereksi penis menjadi lebih lemah, dan kinerja seksual Anda menurun. Minum alkohol secara rutin dan berlebihan (lebih dari dua gelas per hari) dapat menurunkan kadar testosteron Anda dengan menyingkirkannya dari aliran darah dan menurunkan tingkat produksi testosteron Anda.

Bagikan artikel ini:
Loading...


loading...