Penyakit Alzheimer Atau Kepikunan

Alzheimer Merupakan penyakit yang menyebabkan kemunduran daya ingat dan daya fikir akibat kematian sel-sel saraf secara cepat. sa’at ini diperkirakan ada sekitar 500.000 kasus Alzheimer di indonesia. Mereka yang berisiko terkena Alzheimer adalah orang lanjut usia (lebih dari 60 tahun), punya riwayat keluarga terkena Alzheimer, penderita stroke, gangguan jantung, diabetes, dan cedera kepala/otak.

Penyebab Alzheimer

KOMPAS.com— Setelah penelitian selama 15 tahun, para ilmuwan akhirnya berhasil

mengidentifikasi ada tiga gen yang menyebabkan penyakit Alzheimer. Tiga gen tersebut adalah :

Cara Mengatasi Alzheimer Atau Kepikunan

Cara Mengatasi Alzheimer Atau Kepikunan

clusterin, complement receptor 1 (CR1), dan PICALM, yang diduga merupakan tipe gen yang paling banyak ditemukan pada 90 persen kasus Alzheimer. Identifikasi gen ini dilakukan oleh dua kelompok ilmuwan di Wales, Inggris, dan Perancis.
“Bila kita bisa menghilangkan tiga gen yang punya dampak merusak ini, kita bisa mengurangi risiko terjadinya Alzheimer hingga 20 persen,” kata Julie Williams, profesor neuropsychological genetic dari Britain’s Cardiff University.


Gen lain yang juga berkaitan dengan penyakit yang menyebabkan kepikunan di usia lanjut ini adalah apolipoprotein E (ApoE) yang diidentifikasi pada tahun 1993 sejak para ahli mengetahui bahwa kemunduran fungsi otak terkait dengan faktor genetik. merupakan penyakit yang menyebabkan kemunduran daya ingat dan daya pikir akibat kematian sel-sel saraf secara cepat. Saat ini diperkirakan ada sekitar 500.000 kasus Alzheimer di Indonesia.

Gejala Alzheimer

Gejala Alzheimer bervariasi pada setiap orang, tetapi bisa ditandai dengan terjadinya :

  • Penurunan daya ingat misalnya lupa nama, lupa tempat menaruh benda
  • Kebingungan. Penderita penyakit Alzheimer dapat tersesat ketika keluar rumah sendirian dan kadang tidak dapat mengingat dimana dia atau bagaimana dia bisa sampai disana.
  • Kesulitan melakukan tugas-tugas yang lazim
  • Kesulitan mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakaian, dll.
  • Perubahan kepribadian dan perilaku penderita penyakit Alzheimer. Menjadi mudah marah, tersinggung, gelisah, atau jadi pendiam. Kadang-kadang, menjadi bingung, paranoid, atau ketakutan.
  • Ketidakmampuan untuk mengikuti petunjuk.
  • Adanya masalah dengan bahasa dan komunikasi, seperti tidak dapat mengingat kata-kata, nama benda-benda, atau memahami arti kata-kata umum.
  • Memburuknya kemampuan visual dan spasial, seperti menilai bentuk dan ukuran suatu benda.
  • Kehilangan motivasi atau inisiatif.
  • Kehilangan pola tidur normal.


loading...