Penyebab & cara sembuhkan mata juling sebelah pada bayi, anak, dewasa

Penyebab dan cara sembuhkan mata juling sebelah pada bayi, anak, dewasa – Saat saya main ke rumah teman, saya bertemu dengan kakak perempuannya yang bernama Julie. Kebetulan saat itu semua anggota keluarganya sedang kumpul nonton TV. Akhirnya saya gabung saja dengan mereka.

Sebenarnya saya tidak begitu nyaman dalam keadaan tersebut, main nimbrung saja dengan keluarga orang. Hingga saya tidak fokus nonton dan diam-diam mengamati keadaan sekitar.

Pandangan yang menyita perhatian saya adalah Julie. Cara dia menonton TV beda dengan ibu, bapak, dan saudara-saudarinya. Kalau yang lain menghadap lurus, Julie agak miring ke samping sedikit menghadap saya tapi matanya melirik-lirik ke TV.

Tanpa menduga-duga saya tau kalau Julie itu matanya juling atau yang biasa orang menyebutnya jereng. Jadi saya tidak perlu GeEr bahwa dia melihati saya. Tentu saja penyebab mata juling bukan karena namanya yang Julie. Dan khusus kasus dia, mata julingnya bukanlah faktor keturunan. Buktinya bapak, ibu, dan saudara-saudarinya normal semua.

Beda lagi dengan tetangga saya. Bapaknya normal, sedangkan ibunya juling. Semua anak-anaknya, baik yang sudah dewasa dan yang masih anak-anak ada yang matanya juling parah, sedang-sedang saja, ada pula yang normal. Sedangkan yang masih bayi, ada kemungkinan untuk tidak. Untuk kasus yang ini, mata juling bisa dibilang faktor keturunanlah penyebabnya.

Baca juga: 10 cara mengatasi mata lelah karena seharian online depan komputer

Pengertian dan penyebab mata juling yang sebenarnya

cara sembuhkan mata juling

Seperti yang sudah obatsembuh.com katakan di atas, mata juling bisa disebabkan oleh faktor keturunan orang tua atau pun tidak. Kalau ingin tau lebih detail mengapa mata juling bisa miring-miring begitu saat melihat, simaklah penjelasan berikut.

Dalam dunia medis, mata juling dikenal dengan istilah stramisbus / sqint / crossed eye. Iyalah keadaan kedua mata tidak sejajar atau tidak lurus atau tidak tertuju pada satu objek yang menjadi pusat perhatian ( posisinya tidak sama satu sumbu ) di mana yang satu mata bisa fokus tapi satunya lagi bisa bergulir ke dalam, ke luar, ke kiri, atau ke kanan.

Menurut Dr. Raman R. Saman, M.D. Ophth., AMS, MBA, penyebab mata juling belum diketahui secara keseluruhan. Namun bila seseorang menderita penyakit mata jereng ini pemicunya bisa beragam. Untuk mengetahuinya dengan tepat perlu pemeriksaan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari anatomi mata, fisiologi, sampai apakah si penderita mengidap suatu penyakit tertentu.

Dari beberapa penyebab mata juling, di antaranya sebagai berikut:

  • 1. Otot pada kedua mata tidak seimbang atau beda ukuran panjangnya

Penyebab yang satu ini bisa dibilang yang paling banyak diketahui. Yaitu ketidakseimbangan otot pada mata kanan dan kiri.

Seperti yang kita ketahui pada satu bola mata setidaknya ada enam otot yang berfungsi untuk menggerakkan mata. Dua otot untuk menggerakkan mata ke arah kanan dan kiri. Sedangkan 4 otot sisanya untuk menggerakkan ke atas, bawah, dan memutar.

Untuk bisa melihat dan mengenali benda, otot-otot tersebut dihubungkan ke otak melalui saraf. Bila otot pada kedua mata tidak sama ukurannya, maka mata julinglah akibatnya.

  • 2. Gangguan perbedaan ketajaman penglihatan pada kedua mata

Penyebab mata juling yang kedua bisa diakibatkan oleh gangguan ketajaman pada mata kanan dan kiri yang perbedaannya lumayan banyak.

Sebagai contohnya mata kanan mengalami gangguan mata minus 2, sedangkan kirinya minus 9. Dengan perbedaan ini, untuk melihat benda agar fokus satu tujuan, tentu salah satu mata harus menjauh (kepala dimiringkan dan leher memutar sedikit) atau menutup / merem sedikit.

Oh ya, sebagai pengetahuan saja, perbedaan ketajaman seperti ini masih bisa ditoleransi kalau tidak lebih dari 3. Sedangkan pada contoh di atas sudah lebih dari angka itu.

  • 3. Salah satu mata mengalami gangguan mata malas (lazy eye)

Jangan dikira mata tidak bisa malas. Faktanya hal ini bisa terjadi. Umumnya menyerang pada bayi yang umurnya sekitar 2-3 tahun. Mata malas atau biasa disebut juga dengan ambliopia disebabkan karena visus atau ketajaman penglihatan pada salah satu mata yang terlanjur lama dibiarkan.

Jika ada salah satu mata pada bayi yang mengalami mata malas seperti ini, otak secara otomatis akan memprioritaskan bayangan penglihatan yang datang dari mata yang tidak malas saja. Sedangkan bayangan yang dari mata malas akan diabaikan. Cara sembuhkan mata juling jenis ini silakan baca sampai bawah.

  • 4. Faktor bawaan, penyakit, cedera, dan infeksi virus dan bakteri

Faktor penyebab lainnya sebagai pemicu mata juling juga bisa karena bawaan orang tua seperti yang sudah saya contohkan di atas. Penyakit juga bisa, seperti: tumor yang terdapat dalam otak, mata, atau bagian lain yang mempengaruhi mata. Cedera juga, contohnya: tertusuk, terbentur yang menyebabkan luka, dan sebagainya.

Dan kalau mata juling yang disebabkan infeksi virus atau bakteri, contohnya toksoplasma. Toksoplasma ini bisa ditularkan melalui kucing, atau bisa juga daging yang mengandung kuman tersebut yang saat dimasak tidak benar-benar matang. Semua faktor-faktor di atas bisa melumpuhkan otot mata dan akhirnya juling.

Artikel terkait: Macam-macam penyakit mata, ciri, gambar, dan penjelasannya

Tambahan: Menggantung mainan agak ke samping di atas kepala bayi, menurut dr. Saman tidak akan menyebabkan mata juling pada bayi tersebut. Namun alangkah baiknya kalau ingin menaruh mainan di atas bayi, tempatkanlah di atas perut bayi saja dengan jarak 25-30 cm. Dengan menaruh di atas bagian perut, tentu akan membuatnya lebih nyaman untuk melihatinya.

Lalu sebisa mungkin hindari menarik perhatian bayi dari tempat yang melewati ubun-ubunnya. Kalau mau main dengannya, posisikan diri agar dapat dilihat oleh bayi dengan mudah. Saat orang banyak pun, jangan mengelilingi bayi. Lebih baik kumpullah di hadapannya.

Cara mengatasi / cara sembuhkan mata juling pada bayi, anak, dan dewasa

cara sembuhkan mata juling

Cara sembuhkan mata juling pada bayi dan anak kecil biasanya akan lebih muda. Pada orang dewasa, sebenarnya bisa juga diobati. Namun karena mungkin sudah lama dibiarkan sehingga otak pun sudah “nyaman” dengan kejulingan, biasanya sembuhnya akan lebih susah. Untuk itu siapa pun yang ada tanda-mata juling, segeralah hubungi dokter mata.

Di atas sudah dituliskan panjang lebar mengenai penyebab mata juling. Untuk mengatasinya akan lebih efektif kalau cara mengobatinya sesuai berdasarkan pemicunya. Yaitu sebagai berikut:

Jika penyakit mata julingnya disebabkan ketajaman penglihatan yang beda antara kedua mata, maka bisa diatasi dengan menggunakan kaca mata khusus dari dokter. Biasanya sih disesuaikan minusnya. Jadi nanti kacamata yang harus digunakan antara kaca kanan dan kiri bisa beda ketebalan/kelengkungannya.

Jika diperlukan, operasi atau bedah juga bisa ditempuh. Nantinya akan diobati untuk mengurangi perbedaan rabunnya antara mata kanan dan kiri.

Bila mata juling disebabkan karena perbedaan otot, cara menyembuhkannya juga bisa dengan operasi. Nantinya otot yang kependekan bisa diperpanjang, atau yang kepanjangan bisa diperpendek dengan cara menggeser peletakan pangkal otot.

Baca juga: Cara mengatasi mata bintitan / timbilan yang paling ampuh

Operasi mata yang dilakukan dokter dalam upaya cara sembuhkan mata juling biasanya tidak mengeluarkan bola mata dari soket. Dokter spesialis mata hanya membuat sayatan pada selaput putih mata untuk mencapai otot-otot mata. Waktu pemulihannya sendiri tergolong singkat. Pada anak-anak biasanya sudah bisa beraktivitas kembali setelah beberapa hari.

Seusai bedah, mungkin penggunaan kaca mata masih diperlukan dan bisa juga dilakukan pembedaan kedua kali. Ini berguna untuk menjaga mata agar tetap lurus.

Selanjutnya, bila mata juling yang penyebabnya dikarenakan cedera, cara menyembuhkannya, biasanya dilakukan pembedahan juga.

Sedangkan mata juling pada orang dewasa yang otaknya sudah terbiasa dalam jangka waktu lama, cara sembuhkan mata juling biasanya dilakukan terapi menutup salah satu matanya. Metode ini diharapkan agar otak mendapat rangsangan penglihatan dari mata yang normal. Dan bila ditemukan mata juling yang disebabkan visus, bakteri, atau ambliopia, maka harus diobati dulu penyakit-penyakit tersebut, barulah bisa diupayakan pembedahan.

Ingat sekali lagi, mata juling pada orang dewasa lebih sulit disembuhkan. Bila sudah dilakukan operasi pun, kadang-kadang akan kambuh suatu saat. Jadi bila ingin mengatasi mata juling agar sembuh total, sebaiknya dilakukan sebelum anak usia 12 tahun. Pada bayi, begitu diketahui gejala juling, lalu segera dibawa ke dokter spesialis mata anak, itu cara mengatasi yang sangat dianjurkan.

Jenis-jenis mata juling

  • Juling ke dalam / ke ara hidung / esotropia

Umumnya terjadi pada bayi usia di bawah satu tahun dan anak-anak. Seperti namanya, mata juling jenis ini mempunyai ciri-ciri salah saru mata bergeser ke arah hidung saat penderita memandang obyek dekat, jauh, atau bisa keduanya.

  • Juling ke luar / ke arah telinga / eksotropia

Mata juling ini yang sering terjadi. Penderitanya kebanyakan dewasa. Ciri-cirinya bola mata memutar ke arah luar saat melihat benda yang jaraknya jauh. Pada beberapa orang, memandang obyek jarak dekat pun bisa mengalami mata juling ini.Mata juling ini tanda-tandanya ada yang bola mata bergerak ke atas, bawah, ke samping, bahkan kombinasi ketiganya.

Sekian artikel kali ini yang membahas penyebab dan cara sembuhkan mata juling pada bayi, anak, dan dewasa. Tidak lupa juga saya kasih tambahan info berupa jenis-jenisnya. Semoga tulisan di atas bisa bermanfaat dan memberi kesadaran agar penderita mata juling mengatasinya sedini mungkin. Untuk besok, sebagai kelanjutannya akan kita bahas cara tes untuk mengetahui mata juling pada bayi.



loading...