Rabun Jauh: Penyebab, Diagnosis, Serta Perawatan

Rabun Jauh atau miopi merupakan satu dari banyak penyakit mata yang terjadi karena sumbu bola mata kita terlalu panjang maupun karena kelengkungan kornea yang begitu besar membuat cahaya yang masuk tidak fokus dengan baik dan objek yang seharusnya terlihat jernih menjadi buram. Penderita rabun jauh tidak bisa melihat jarak jauh dengan baik sehingga mereka dianjurkan untuk menggunakan kacamata negatif atau kini sudah ada lensa kontak yang jauh lebih modern.

Penderita rabun jauh tidak bisa melihat jarak jauh dengan baik

Penyebab miopi sangat beragam, bisa terjadi karena keturunan, faktor lingkungan bahkan ketegangan visual, terjadinya kondisi ini lebih besar dipengaruhi oleh bagaimana cara orang menggunakan penglihatannya, apa lebih banyak berada di depan komputer menatap layar monitor atau menghabiskan waktu dengan membaca di ruangan yang remang. Selengkapnya seputar miopi atau rabun jauh simak di bawah ini:

Rabun Jauh

Penyebab Rabun Jauh (Miopi)

Penyebab dari miopi dapat bersifat genetika, bisa juga karena banyak hal. Faktor genetika atau herediter pada miopi tidak cukup berpengaruh, yang jauh lebih berpengaruh adalah ketegangan visual yang bisa dialami ketika seseorang melakukan kegiatan sehari-hari, di dalam rumah, di tempat kerja maupun di jalan, karena banyak kebiasaan buruk yang berhubungan dengan mata yang tidak pernah dihindari atau dikurangi sehingga kondisi mata semakin parah. Kebiasaan buruk tersebut ada hubungannya dengan rutinitas Anda terhadap penggunaan komputer, smartphone, membaca buku dan lain sebagainya.

Penyebab lainnya adalah faktor lingkungan, contohnya pada mereka yang mengalami rabun malam yang disebabkan karena sulitnya mata untuk fokus menerima cahaya dan membesarnya pupil. Kurangnya cahaya yang masuk akan membuat penglihatan seseorang menjadi tidak fokus dan kurang baik.


Tidak menutup kemungkinan juga terjadinya pseudo-miopi maupun miopi palsu yang disebabkan karena ketegangan mata disaat Anda melakukan pekerjaan jarak dekat dalam waktu lama. Penglihatan mata biasanya akan pulih disaat mata beristirahat, jadi pengaruh tidur sangat besar pada kesehatan mata seseorang.

  • Diagnosis Rabun Jauh (Miopi)

Diagonsis rabun jauh dapat dilakukan dengan pemeriksaan virus menggunakan optotipi Snellen serta foropter. Adapaun pemeriksaan virus yang dilakukan akan menunjukkan ketajaman atau kekuatan penglihatan dibawah 6/6 dan dengan menyingkirkan diagnosis banding, diantaranya hipermetropi serta astigmatisma, dokter dapat dilakukan. Dan jika Anda sudah didagnosis menderita miopi, segera lakukan pengobatan dan perawatan yang telah dianjurkan oleh dokter sehingga miopi tidak semakin parah dan bertambah.

  • Perawatan Mata Rabun Jauh

Mereka yang menderita miopi atau rabun jauh biasanya dianjurkan untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan lensa yang dibuat khusus, yakni lensa sferis negatif, pilihan utama yang mampu mengembalikan penglihatan para penderita miopi.

Adapun tindakan bedah atau operasi mata juga cukup dianjurkan untuk membantu mengatasi miopi yang sudah terlalu parah dan sangat mengganggu penderitanya, pembedahan itu seperti laser assisted in-situ keratomileusis yang biasa disingkat LASIK, photorefractive keratectomy atau PRK.

Bisa juga dengan melakukan orhtokeratologi maupun terapi penglihatan. Perawatan sangat membantu mempercepat proses pengobatan jadi segera lakukan tindakan pengobatan yang tepat bila Anda ingin terbebas dari kacamata maupun lensa kontak dan hidup tanpa keduanya di masa depan tanpa perlu khawatir penglihatan menjadi buram.

Rabun jauh merupakan kondisi kelainan mata yang cukup banyak dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia, tingginya pemakaian lensa kontak dan kacamata merupakan bukti tidak langsung betapa banyaknya penderita miopi maupun rabun dekat yang sebenarnya jumlah penderita bisa ditekan dengan cara menghindari terjadinya ketegangan visual, hal yang akan terjadi apabila Anda tidak mengurangi berbagai aktivitas yang dapat memicu atau menimbulkan ketegangan visual tersebut.



loading...