Ketahui Teknik, Manfaat, dan Efek Samping Bleaching Gigi

Memiliki gigi putih bersih adalah dambaan setiap orang. Namun, masalah perubahan warna gigi kerap kali tidak dapat kita hindari dan sering membuat kita menjadi tidak percaya diri. Berbagai hal seperti rokok, kopi, teh, karang gigi, ataupun obat-obatan tertentu dapat menyebabkan perubahan warna gigi secara permanen.

Oleh karena itu banyak orang berusaha mencari cara untuk membuat gigi mereka putih kembali. Salah satu prosedur yang dapat dijalani untuk membuat gigi putih kembali yaitu bleaching gigi. Bleaching gigi adalah metode pemutihan gigi dengan menggunakan zat kimia tertentu yang dapat dilakukan di rumah ataupun di klinik gigi.

Secara umum ada 2 teknik bleaching gigi:

Bleaching Gigi

Tehnik

1 | Bleaching gigi internal.

Bleaching gigi internal dilakukan untuk gigi yang sudah mati dengan memasukkan bahan bleaching ke dalam mahkota gigi. Bahan bleaching yang digunakan adalah hidrogen peroksida dan sodium perborat. Setelah bahan bleaching dimasukkan, gigi akan ditambal sementara 3 hingga 7 hari baru proses bleaching dilanjutkan kembali.

2 | Bleaching gigi eksternal.

Bleaching gigi eksternal terdiri dari 2 macam, yaitu:

  • In-office bleaching.

In-office bleaching adalah metode pemutihan gigi bagian luar yang harus dikerjakan oleh dokter gigi di kliniknya. Proses ini menggunakan bahan hidrogen peroksida yang dibantu dengan penyinaran laser. Bahan pemutih gigi ini akan diletakkan di lapisan luar email gigi dan selanjutnya diperkuat dengan pemanasan laser. Lama prosedur in-office bleaching cukup singkat yaitu 1-2 jam per kunjungan perawatan dan menghasilkan gigi putih yang lebih memuaskan dan tahan lama.

  • At home bleaching.

At home bleaching adalah cara pemutihan gigi yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Teknik bleaching ini menggunakan produk tray yang dioleskan ke bagian luar dari gigi selama 2-8 jam per hari dan dilakukan rutin selama 2 minggu. Sebelumnya Anda harus mencetak rahang Anda dan menyesuaikannya dengan produk tray. Rutin mengaplikasikan produk bleaching ini adalah kunci keberhasilan at home bleaching.

Sebelum Dan Sesudah Bleaching Gigi

Manfaat

Masing-masing teknik bleaching gigi memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Namun, secara keseluruhan seluruh prosedur bleaching gigi tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu membuat gigi tampak lebih putih. Bleaching gigi banyak diminati karena memiliki beberapa manfaat, yaitu:

  1. Membuat gigi tampak lebih cerah seketika.

Bleaching gigi menggunakan zat hidrogen peroksida yang dapat membuat gigi tampak lebih cerah. Prosedur ini dapat dilakukan untuk 1 gigi atau seluruh gigi untuk mendapatkan gigi cemerlang sesuai dengan yang diinginkan. Sekali Anda menjalani prosedur bleaching gigi ini, Anda dapat langsung merlihat hasilnya. Gigi Anda akan langsung terlihat lebih cerah dibandingkan dengan sebelumnya.

  1. Memutihkan gigi dengan cara yang cukup cepat dan sederhana.

Bleaching gigi dapat memutihkan gigi dengan cara yang cepat, mudah, dan sederhana. Anda dapat melakukan metode ini sendiri di rumah dengan membeli produk tray bleaching atau mempercayakannya pada ahlinya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan memuaskan. Bleaching gigi dapat selesai hanya dalam beberapa jam saja, berbeda dengan proses pemutihan gigi dengan veener yang membutuhkan metode yang lebih rumit dan waktu yang lebih lama.

  1. Mencegah gigi berubah warna.

Zat kimia yang digunakan untuk bleaching gigi akan membentuk lapisan di luar gigi. Hal ini dapat memutihkan gigi sekaligus mencegah gigi kembali berubah warna. Meskipun demikian, Anda tetap dianjutkan untuk menjaga gigi Anda dari zat-zat yang dapat merubah warna gigi Anda seperti minuman bersoda, kopi, dan teh.

  1. Memutihkan gigi dengan minimal invasi.

Teknik bleaching gigi berfokus pada lapisan luar gigi sehingga tindakan invasive yang dilakukan sangat minim. Namun, pada kasus tertentu di mana gigi yang akan diputihkan mengalami kerusakan hingga ke akarnya, dokter gigi harus terlebih dahulu memperbaiki akar gigi yang rusak sebelum melakukan prosedur bleaching gigi.

Efek Samping

Namun demikian, setiap prosedur pasti memiliki efek sampingnya. Berikut efek samping dari bleaching gigi yang dapat terjadi:

  1. Reaksi alergi.

Prosedur bleaching gigi menggunakan zat kimia untuk membuat gigi tampak lebih putih. Hal ini dapat membuat reaksi alergi bagi sebagian orang terutama yang memiliki riwayat alergi sebelumnya. Reaksi alergi yang muncul dapat berupa rasa gatal atau panas di mulut, bengkak, dan kemerahan pada mulut. Pada sebagian kecil orang, reaksi alergi dapat melibatkan bagian tubuh yang lain seperti ruam merah pada kulit tubuh atau bahkan menimbulkan asma bagi yang memilikinya. Oleh karena itu, prosedur bleaching gigi tetap membutuhkan perhatian ekstra terhadap kemungkinan alergi yang terjadi.

  1. Rasa nyeri setelah prosedur bleaching gigi.

Rasa nyeri ini dapat muncul ketika metode bleaching menyentuh bagian pulpa gigi yang penuh dengan saraf gigi. Rasa nyeri ini dapat muncul selama prosedur bleaching dilakukan atau dapat juga mentetap 24-48 jam setelah prosedur bleaching gigi selesai dikerjakan. Berat ringannya rasa nyeri yang diraskana bergantung pada lamanya prosedur dan suhu saat pemanasan dengan laser dilakukan.

  1. Meningkatkan sensitifitas gigi.

Bleaching gigi dapat meningkatkan sensitivitas gigi terutama terhadap rasa dingin sehingga menimbulkan rasa ngilu. Peningkatan senitifitas gigi ini terjadi ketika zat kimia hidrogen peroksida mengenai jaringan gigi yang lain. Anda dapat mengoleskan fluorida atau pasta gigi khusus untuk gigi sensitif jika rasa ngilu yang Anda rasakan sangat mengganggu dan terus berlanjut.

  1. Kerusakan struktur jaringan keras pada gigi.

Zat hidrogen peroksida yang digunakan untuk bleaching gigi dapat merusak bentuk dan struktur email gigi. Hal ini akan menyebabkan jaringan gigi menjadi lebih mudah rusak. Jika hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangani, lubang baru pada gigi akan terbentuk.

  1. Kerusakan saraf dan pembuluh darah gigi.

Prosedur bleaching gigi yang tidak hati-hati dapat merusak pulpa gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah yang menyuplai gigi. Selain itu, risiko ini juga muncul pada prosedur bleaching gigi yang dikerjakan pada gigi yang berlubang. Oleh karena itu, sebelum melakukan bleaching gigi pastikan bahwa semua gigi berlubang yang Anda miliki sudah ditambal dengan baik dan benar.

  1. Kerusakan mukosa atau jaringan lunak di rongga mulut.

Risiko bleaching gigi yang menimbulkan kerusakan mukosa atau jaringan lunak yang ada di rongga mulut dapat terjadi ketika zat kimia pemutih gigi berkontak langsung dengan mukosa rongga mulut. Kerusakan ini akan menimbulkan luka dan sariawan pada rongga mulut. Oleh karena itu, bleaching gigi harus benar-benar dikerjakan oleh professional dengan sangat hati-hati.

 

Teknik, manfaat, dan efek samping bleaching gigi telah dijelaskan di atas. Alangkah baiknya bila Anda menimbang baik dan buruknya suatu prosedur terlebih dahulu sebelum menjalaninya sehingga Anda siap untuk mengantisipasi segala risiko yang mungkin terjadi. Selain menjalani metode bleaching gigi, Anda tetap harus menjaga kesehatan gigi Anda dengan menghindari rokok dan memperbanyak konsumsi air putih dibandingkan dengan kopi, teh, atau minuman bersoda. Mari kita jaga keindahan senyum dengan gigi yang putih, bersih, dan sehat.

loading...