Virus Zika: Gejala, Pencegahan, Dan Pengobatannya

Belakangan ini, virus Zika menjadi topik masalah kesehatan yang ramai diperbincangkan baik secara nasional maupun global. Hal ini dikarenakan adanya wabah yang sedang melanda di berbagai negara, mulai dari Afrika, Asia, kepulauan Pasifik, dan bahkan saat ini sudah merambah hingga ke Amerika. Di Indonesia sendiri virus Zika sudah mulai masuk sejak tahun 2015. Virus Zika di Indonesia pertama kali terdeteksi di provinsi Jambi, Sumatra ketika sedang terjadi wabah penyakit demam berdarah mulai dari bulan Desember 2014 hingga April 2015. Sebanyak 103 pasien yang terdiagnosis demam berdarah diperiksa sampel darahnya untuk dipastikan DNA virus yang sedang menyerang mereka. Dari 103 sampel itu ditemukan 1 sampel darah dari seorang pasien laki-laki berusia 27 tahun yang ternyata mengandung DNA virus Zika.

Virus Zika

Penularan Virus Zika

Virus Zika semakin lama semakin menyebar dengan cepat. Bagaimana pola penyebaran virus Zika dan ke mana virus ini akan menyebar masih sulit untuk diprediksi. Virus Zika semakin menjadi hal yang menakutkan ketika ditemukan peningkatan kasus mikrosefali (kepala kecil) pada bayi baru lahir di daerah yang terjangkit virus Zika. Berbagai penelitian pun dilakukan dan ditemukan bahwa virus Zika dapat ditularkan dari ibu yang sedang hamil kepada bayi yang masih dikandungnya. Virus ini dapat menghambat perkembangan saraf bayi selama dalam kandungan.

Oleh karena itu, pada tanggal 1 Februari 2016 WHO mendeklarasikan penyakit virus Zika sebagai kondisi tanggap darurat kesehatan Internasional yang memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu sudah selayaknya kita juga perlu mengetahui dengan pasti apa itu virus Zika, bagaimana gejala, pencegahan, dan pengobatannya agar kita lebih siap menghadapinya.

Apa Itu Virus Zika?

Virus Zika adalah virus yang menyebabkan penyakit Zika yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes sama seperti pada penyakit demam berdarah dan chikungunya. Virus ini termasuk dalam keluarga flavivirus dan dinamakan virus Zika karena pertama kali ditemukan di hutan Zika Uganda pada tahun 1947 di dalam darah seeokor monyet. Selanjutnya pada taun 1952 virus ini mulai ditemukan pada sampel darah manusia di Uganda dan Republik Tanzania, Afrika.

Gejala Virus Zika

Masa inkubasi (masa di mana virus mulai masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala) virus Zika berlangsung singkat yaitu hanya dalam hitungan hari. Setelah itu akan muncul gejala seperti:

  • Demam tinggi mendadak
  • Bintik-bintik atau bercak merah pada kulit
  • Mata merah (konjungtivitis)
  • Nyeri sendi dan nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Nafsu makan menurun

Gejala penyakit virus Zika identik dengan gejala pada penyakit demam berdarah, tetapi biasanya lebih ringan, sehingga terkadang orang-orang tidak menyadari bahwa mereka sedang terjangkit virus Zika. Pada sebagian besar orang, gejala-gejala penyakit virus Zika dapat menghilang dengan sendirinya dalam hitungan hari sampai dengan minggu bila sistem imun penderita mulai membaik. Namun, lain halnya bila virus Zika ini diderita oleh ibu hamil.

Hal yang membedakan virus Zika dengan virus demam berdarah atau chikungunya yaitu pada hasil tes darah laboratorium, virus Zika hanya menyebabkan penurunan pada sel darah putih (leukosit) seperti infeksi virus pada umumnya, tanpa disertai penurunan trombosit (keping darah). Selain itu, virus Zika dapat ditransmisikan atau ditularkan dari ibu hamil kepada bayi yang sedang dikandungnya dan berdampak pada perkembangan saraf janin yang tidak sempurna, sehingga saat melahirkan, bayi cenderung memiliki kepala yang kecil, kelainan pada saraf pendengaran ataupun penglihatan. Oleh karena itu, virus ini menjadi masalah yang sangat serius ketika diderita oleh ibu hamil. Pengawasan yang ketat dan penanganan segera perlu dilakukan jika penyakit virus Zika ini menyerang ibu hamil.

Upaya Pencegahan Virus Zika

Hal terpenting dalam menghadapi virus Zika yaitu melakukan tindakan pencegahan. Upaya-upaya pencegahan virus Zika meliputi :

1 | Menghindari gigitan nyamuk Aedes yang membawa virus Zika.

Langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah gigitan nyamuk, yaitu :

  • memakai baju lengan panjang dan celana panjang
  • memasang filter nyamuk pada pintu dan jendela
  • memasang kelambu saat tidur
  • menggunakan lotion anti nyamuk yang efektif dan aman.

2 | Memberantas sarang nyamuk yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes dengan cara 3M :

  1. Menguras bak mandi secara rutin, minimal 1 minggu sekali
  2. Mengubur barang bekas
  3. Menutup tempat penampungan air

3 | Menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

4 | Menjaga kebersihan lingkungan

5 | Mewaspadai tertularnya virus Zika ketika sedang berada di sekitar penderita melalui gigitan nyamuk yang sama. Virus Zika ini dapat bertahan dalam darah penderita hingga 1 minggu pertama.

6 | Bagi pasangan yang sudah menikah, hindari untuk melakukan hubungan intim selama sakit karena virus Zika terbukti dapat tinggal di cairan mani laki-laki dan ditularkan melalui hubungan seksual. Dalam hal ini, sudah ada 2 kasus di Amerika Serikat yang penularannya terbukti melalui hubungan seksual. Meskipun belum diketahui secara pasti jangka waktunya, virus Zika dapat bertahan lebih lama di cairan mani pria dibandingkan di dalam darah.

7 | Menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat.

Olahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup agar sistem imun senantiasa terjaga.

8 | Menghindari pergi ke daerah atau negara yang sedang mengalami wabah virus Zika, seperti: Brazil, Amerika Serikat, Kepulauan Virginia, Haiti, Meksiko, Republik Dominika, Panama, Paraguay, dan Venezuela.

Pengobatan Virus Zika

Jika segala usaha pencegahan virus Zika telah dilakukan, tetapi virus Zika tetap menyerang, segera periksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan terdekat dan jalani pengobatan yang dianjurkan. Pada dasarnya tidak ada vaksin ataupun obat khusus yang digunakan untuk membunuh virus Zika. Langkah-langkah pengobatan virus Zika dapat berupa:

  1. Pemberian obat-obatan simtomatik (obat yang digunakan untuk meredakan gejala yang muncul).
  • Jika sakit kepala, demam, nyeri otot, atau nyeri sendi dapat diberikan Paracetamol
  • Jika nafsu makan menurun dapat diberikan Curcuma untuk mengembalikan nafsu makan
  1. Mengembalikan dan meningkatkan sistem imun penderita virus Zika.
  • istirahat cukup hingga kondisi tubuh pulih kembali
  • makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C
  • konsumsi vitamin penambah daya tahan tubuh sesuai anjuran dokter
  1. Penuhi kecukupan cairan tubuh.

Komplikasi yang sering terjadi pada penyakit virus Zika adalah dehidrasi atau kekurangan cairan. Oleh karena itu, konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup sangat dianjurkan untuk mencegah dehidrasi.

Jangan khawatir terhadap penyakit virus Zika karena virus ini bukanlah suatu penyakit yang harus ditakuti, melainkan harus dihadapi dengan langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat. Segera periksakan diri Anda jika Anda mengalami gejala-gejala penyakit virus Zika seperti yang telah dijelaskan di atas. Jalani pengobatan yang tepat dan selalu lakukan upaya pencegahan untuk memutus rantai penularan virus Zika.



loading...