13 Ciri dan Gejala Kista Ovarium Bisa Anda Deteksi Sejak Dini

Kista ovarium atau kista indung telur adalah tumor (benjolan) yang berbentuk seperti sebuah kantong berisi cairan yang muncul pada indung telur (ovarium) wanita.

Kista ovarium biasanya berbentuk oval dan bulat berwarna kecoklatan. Kista ini muncul akibat adanya peningkatan hormon pada tubuh wanita.

Munculnya kista ovarium sering membuat sebagian besar wanita merasa khawatir dan menganggap kista ovarium sebagai kanker ganas layaknya kanker serviks.

Padahal kebanyakan kista ovarium adalah tumor jinak dan jarang berubah menjadi ganas.

Meskipun kista ovarium tergolong tumor jinak, keberadaannya tentu cukup mengganggu apabila bentuknya yang semakin membesar.

Ciri-ciri Kista Ovarium

ciri ciri kista ovarium

Ciri-ciri Kista Ovarium

Umumnya kista ovarium tidak menampakkan gejala pada penderitanya dan baru diketahui ketika dilakukan USG pada perut.

Namun demikian, gejala yang bervariasi dari kista ovarium dapat muncul dengan tingkat yang berbeda mulai dari gejala ringan hingga berat.

Berikut ciri-ciri kista ovarium yang timbul pada indung telur wanita.

1. Rasa Tidak Nyaman

Ciri-ciri kista ovarium berupa rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah adalah ciri pertama yang biasa muncul pada sebagian besar penderita kista ovarium.

Rasa tidak nyaman ini muncul bahkan sebelum kista tampak sebagai benjolan dan dapat diraba. Rasa yang tidak nyaman pada perut bagian bawah tak jarang berubah menjadi rasa nyeri pada perut bagian bawah.

Hal ini disebabkan karena kista ovarium dapat membesar dan menekan saraf-sarf di sekitarnya sehingga timbul rasa nyeri.

2. Teraba Sebagai Benjolan

Kista ovarium memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari ukuran sebesar telur puyuh hingga sebesar bola basket.

Pada awalnya kista ovarium hanya teraba pada perut bagian bawah, tetapi jika membesar, kista ini dapat teraba hingga seluruh area perut.

Semakin besar kista ovarium yang terbentuk, maka akan lebih mudah teraba dari luar perut.

Ketika di raba, benjolan kista ovarium akan terasa lembut dan kenyal.

3. Membesar dalam Waktu Singkat

Ciri-ciri kista ovarium yang dapat membesar dalam waktu singkat adalah hal yang paling dikhawatirkan.

Pembesaran kista ovarium terjadi cukup cepat bergantung pada kadar hormon yang ada dalam tubuh. Pembesaran ini juga dapat menjadi salah satu tanda kanker ganas pada kista ovarium yang terbentuk.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua kista ovarium yang membesar adalah kanker ganas.

4. Pengaruh Hormon

Ukuran kista ovarium dapat terus berkembang menjadi besar.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh kadar hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh wanita dalam proses reproduksi dan mengatur proses menstruasi.

Jika salah satu hormon ini mengalami ketidak seimbangan, maka kista ovarium dapat terus terbentuk dan berkembang menjadi besar.

5. Rasa Penuh di Perut

Kista ovarium dengan ukuran yang besar akan menimbulkan rasa penuh pada perut dan tak jarang disertai dengan rasa mual.

Hal ini terjadi karena rongga di perut mulai dipenuhi oleh kista ovarium yang berisi cairan sehingga ruangan untuk mencerna makanan semakin terdesak.

6. Gangguan Pencernaan

Kista ovarium terletak di perut bagian bawah yang keberadaannya dapat menekan kantong usus besar.

Hal ini tentu akan mengganggu pencernaan dan menimbukan rasa sembelit serta rasa tidak lampias ketika buang air besar karena sisa kotoran yang hendak dikeluarkan terjepit oleh kista.

Jika kista ovarium melebar, kista ini juga dapat menekan bagian usus yang lain.

7. Gangguan Berkemih

Ciri-ciri kista ovarium yang menyebabkan gangguan berkemih disebabkan karena kista ovarium mulai menekan kantung kemih.

Gangguan berkemih yang muncul dapat berupa rasa selalu ingin berkemih tetapi sulit keluar, urin (air seni) cenderung keluar menetes dan tidak lancar, serta rasa tidak lampias setelah berkemih.

8. Tidak Memandang Usia

Kista ovarium dapat muncul pada semua usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Namun, kista lebih sering timbul pada usia-usia remaja dan dewasa karena kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat pada usia tersebut.

Kista ovarium jarang terjadi pada wanita yang telah menopause (berhenti menstruasi) karena menurunnya ke dua hormon reproduksi.

9. Siklus Menstruasi tidak Teratur

Membuat siklus menstruasi atau siklus haid yang tidak teratur adalah salah satu ciri-ciri kista ovarium yang juga sering muncul.

Kista ovarium terbentuk karena sel telur yang seharusnya luruh dan keluar saat menstruasi masih tertahan di dalam indung telur.

Hal ini merupakan awal terbentuknya kista ovarium, siklus menstruasi akan menjadi jarang atau memiliki interval yang panjang antar siklus.

10. Nyeri Ketika Berhubungan Seksual

Bagi wanita yang telah menikah, kista ovarium menjadi salah satu masalah yang cukup mengganggu dalam kehidupan seksual.

Keberadaan kista ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan intim terutama pada rongga panggul atau perut bagian bawah.

Bagian ini akan terasa mudah tertekan dan kadang terasa nyeri pada perut bagian bawah.

11. Mudah di Deteksi dengan USG

Dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG), kista ovarium akan tampak jelas dan mudah dibedakan dengan kista lainnya.

Kista ovarium akan tampak bulat atau oval dengan kantong tunggal atau bergerombol sehingga pada gambaran USG akan tampak seperti bulatan-bulatan hitam yang dikelilingi oleh tepi lingakaran berwarna putih.

12. Menghilang dengan Sendirinya

Ciri-ciri kista ovarium yang dapat menghilang dengan sendirinya adalah ciri paling khas yang hanya dimiliki oleh kista ovarium.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, muncul dan berkembangnya kista ovarium sangat dipengaruhi oleh kadar hormon progesteron dan estrogen.

Ketika kedua hormon itu bekerja stabil dalam kadar yang normal, tidak menutup kemungkinan kista ovarium yang pernah muncul dapat menghilang.

Ciri ini dapat terjadi apabila ukuran kista ovarium belum begitu besar dan kestabilan hormon dalam tubuh dapat dipertahankan.

13. Komplikasi Pendarahan

Kista ovarium menjadi masalah yang sangat serius dan harus mendapat penanganan segera ketika terjadi komplikasi perdarahan.

Perdarahan ini dapat terjadi karena kista ovarium tersebut tiba-tiba ruptur atau terlepas dari tempat melekatnya.

Komplikasi ini dapat mengancam nyawa penderitanya akibat banyaknya darah yang ikut keluar.

Demikian ciri-ciri kista ovarium mulai dari karakteristik kista ovarium hingga gejala yang dapat ditimbulkannya.

Perlu anda ingat bahwa kista ovarium adalah tumor jinak yang tidak perlu untuk terlalu ditakuti, namun tetap memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat.

Jika anda merasa memiliki ciri-ciri di atas, segera periksakan diri anda ke dokter spesialis kandungan agar pemeriksaan yang menyeluruh dapat segera dilakukan.

Leave a Reply