13 Gejala Diabetes Alias Penyakit Kencing Manis

Gejala Diabetes – Penyakit kencing manis atau yang lebih dikenal dalam dunia medis dengan sebutan Penyakit Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi karena organ pankreas dalam tubuh tidak mampu lagi untuk menghasilkan cukup insulin, di mana insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh sebagai nutrisi dan bahan bakar untuk menghasilkan energi. Produksi insulin yang kurang akan menyebabkan gula darah terus meningkat hanya di dalam darah dan tidak dapat disalurkan ke dalam sel-sel tubuh. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, organ-organ tubuh akan mengalami kerusakan karena sel-selnya tidak mendapat cukup sumber energi.

Oleh karena itu kita perlu mengenali gejala-gejala diabetes alias penyakit kencing manis dan mengapa gejala tersebut dapat terjadi sehingga kita dapat melakukan pencegahan dini untuk menghindari penyakit kencing manis tersebut. Berikut ini terdapat 13 daftar gejala diabetes tipe 2 yang perlu diperhatikan, dan berikut ini penjelasannya:

Gejala Diabetes

Loading...

Gejala Diabetes

1. Sering merasa haus

Penderita penyakit kencing manis akan cepat merasa haus sehingga mereka akan banyak minum. Gejala ini berhubungan dengan fungsi organ ginjal. Ginjal memiliki fungsi menyaring gula yang akan dikeluarkan bersama urin (air kemih) agar dapat diserap kembali oleh pembuluh darah. Hal ini menyebabkan gula dalam darah akan semakin menumpuk, hingga akhirnya ginjal tidak mampu lagi untuk menarik keluar gula dari dalam urin.

Konsentrasi gula yang tinggi dan pekat akan mengakibatkan terjadinya perbedaan tekanan dan konsentrasi cairan dalam tubuh manusia yang disebut dengan tekanan osmotik. Jika tekanan osmotik semakin meningkat, pembuluh darah tidak lagi dapat menyerap air dan tubuh akan kekurangan cairan sehingga muncul kondisi dehidrasi yang direspon sebagai rasa haus pada penderita diabetes. Haus berlebihan ini merupakan ciri ciri penderita diabetes yang paling mudah untuk dideteksi.

2. Frekuensi berkemih meningkat

Para penderita diabetes akan mengeluhkan sering buang air kecil terutama pada malam hari. Gejala ini berhubungan dengan gejala yang sebelumnya. Sebagai respon terhadap rasa haus, penderita diabetes akan sering minum sehingga urin yang dihasilkan pun meningkat. Selain itu, gejala ini juga terjadi akibat reaksi dari ginjal untuk mengeluarkan kadar gula yang terlalu tinggi di dalam darah. Gejala ini akan terus muncul selama kadar gula dalam darah masih tinggi.

3. Cepat merasa lapar

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada penyakit kencing manis, hormon insulin yang ada dalam tubuh tidak mampu lagi untuk mengatur kadar gula dalam tubuh untuk dapat digunakan oleh sel-sel tubuh, sehingga gula hanya akan berputar-putar di dalam pembuluh darah. Hal ini akan menyebabkan sel-sel tubuh tidak dapat menghasilkan energi untuk beraktivitas. Kondisi ini direspon oleh tubuh sebagai rasa lapar sehingga para penderita diabetes cenderung ingin makan terus menerus.

4. Penurunan berat badan

Meskipun para penderita penyakit kencing manis cepat merasa lapar sehingga frekuensi makan meningkat, mereka akan tetap mengalami penurunan berat badan. Hal ini dikarenakan gula dalam makanan yang mereka konsumsi tidak dapat digunakan dengan baik oleh sel-sel tubuh dan tidak dapat diubah menjadi sumber energi sehingga makanan yang masuk hanya akan tertumpuk sebagai lemak dan bukan masa otot.

5. Mudah lelah

Gejala mudah lelah yang dialami oleh penderita diabetes masih berhubungan dengan metabolisme sel yang terganggu akibat gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuh menjadi sumber energi.

6. Mudah kehilangan minat, semangat, dan konsentrasi

Gejala-Diabetes-Hilang-SemangatMudah kehilangan minat, semangat, dan konsentrasi adalah tanda dari munculnya penyakit depresi. Para penderita penyakit kencing manis akan memiliki gejala yang mengarah kepada depresi jika mereka tidak dapat menerima kondisi penyakitnya dan tidak dapat menemukan cara yang tepat untuk menghadapi masalahnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, penyakit diabetes telah menjadi ancaman serius yang menakutkan bagi kebanyakan orang karena diabetes tergolong penyakit yang tidak dapat sembuh dan menyimpan segudang komplikasi yang dapat muncul kapan saja.

Ketakutan terhadap dampak dari penyakitnya membuat para penderita diabetes kehilangan minat, semangat, dan konsentrasi akan kehidupan yang dijalaninya. Oleh karena itu, dukungan penuh dan motivasi dari orang-orang di sekitarnya sangat diperlukan. Selain itu, turunnya konsentrasi pada penderita penyakit kencing manis ini juga dapat dikarenakan sel-sel otak mulai kekurangan gula untuk proses berpikir dan menerima segala informasi dari luar.


7. Sering merasa mual dan nyeri perut

Para penderita penyakit kencing manis akan sering mengeluhkan gejala mual dan sakit perut yang dalam istilah medis disebut dengan gastroparesis. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk komplikasi penyakit diabetes yang mulai mengganggu sistem pencernaan.

Kadar gula yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat merusak salah satu saraf yang mengatur pencernaan terutama saraf di bagian lambung. Hal ini mengakibatkan lambung akan mengalami penurunan fungsi dalam mencerna makanan dan melakukan pengosongan lambung. Normalnya pengosongan lambung terjadi dalam kurun waktu 2 jam sejak makanan masuk. Setelah dilumatkan dengan asam lambung, makanan akan didorong keluar dari lambung menuju ke dalam usus.

Ketika kondisi gastroparesis terjadi, lambung mengalami keterlambatan pengosongan lambung sehingga perut terasa penuh dan mengakibatkan rasa mual. Tak jarang juga makanan tersebut kembali ke kerongkongan hingga akhirnya dimuntahkan. Nyeri perut yang timbul juga diakibatkan oleh makanan yang masih tertahan di dalam lambung terus menerus dihancurkan oleh asam lambung, lambat laun asam lambung ini juga akan mengikis lapisan lambung yang berdampak pada rasa perih atau nyeri pada perut.

8. Rasa kebas dan kesemutan pada tangan atau kaki

Gejala rasa kebas dan kesemutan pada tangan atau kaki juga sering dirasakan oleh penderita penyakit kencing manis sebagai tanda komplikasi penyakit kencing manis yang mulai menyerang saraf tepi (saraf pada ujung-ujung tangan atau kaki). Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak fungsi saraf-saraf yang ada dalam tubuh, dimulai dari saraf yang paling ujung atau saraf tepi.

Ketika saraf di ujung jari tangan atau jari kaki mulai kehilangan fungsinya, penderita diabetes akan merasakan sensasi sering kesemutan pada awalnya. Semakin lama, mereka akan merasa ujung jari tangan dan kaki mereka merasa kebas hingga akhirnya mereka tidak dapat merasakan sentuhan, rasa nyeri, suhu panas ataupun dingin pada tangan atau kaki mereka.

9. Pandangan mengabur

Pandangan kabur salah satu gejala penyakit diabetes

Gejala pandangan mengabur atau menjadi buram terjadi pada pederita diabetes yang sudah cukup lama memiliki kadar gula yang tinggi dalam tubuhnya. Gejala ini muncul sebagai tanda adanya komplikasi pada saraf mata.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kadar gula yang terlalu tinggi dapat menyerang semua saraf tubuh, termasuk juga merusak saraf mata. Jika komplikasi ini muncul, penderita diabetes akan mengeluhkan pandangan kabur pada awalnya dan bila dibiarkan terus-menerus, gejala ini dapat berlanjut menjadi kebutaan.

10. Mudah terserang infeksi

Para penderita penyakit kencing manis lebih rentan terserang infeksi dibandingkan orang dengan kadar gula darah normal. Hal ini dikarenakan kondisi gula darah yang tinggi di dalam tubuh menjadi lingkungan yang tepat untuk berkembang biak beberapa kuman penyakit. Selain itu, diabetes mengakibatkan sistem imun tubuh melemah karena beberapa sel imun tubuh ikut rusak sehingga mereka tidak lagi memiliki kemampuan untuk menjaga daya tahan tubuh.

11. Luka sulit untuk sembuh

Sebagian besar penderita diabetes mengalami kesulitan dalam penyembuhan luka. Gejala diabetes ini disebabkan karena kadar gula yang terlalu tinggi mengakibatkan pembuluh darah menjadi kaku dan sempit. Hal ini membuat darah tidak dapat mengalir dengan lancar dan menjangkau daerah yang mengalami luka sehingga aliran oksigen pun terhambat. Luka yang tidak mendapat asupan oksigen yang cukup akan sulit untuk sembuh dan dapat semakin memburuk.

12. Kulit sering terasa gatal

Sebagian penderita penyakit kencing manis akan mengeluhkan kulitnya sering terasa gatal. Hal ini berhubungan dengan kondisi dehidrasi yang terjadi pada tubuh ketika kadar gula darah terlalu tinggi sehingga kulit menjadi kering. Kulit yang kering dapat menimbulkan rasa gatal. Selain itu, pada penderita diabetes dengan ukuran tubuh yang besar atau mengalami obesitas akan rentan terinfeksi jamur terutama di daerah lipatan-lipatan tubuhnya sehingga akan timbul rasa gatal pada area-area tersebut.

13. Mulut berbau manis atau berbau seperti keton

Gejala mulut bebau manis atau seperti senyawa kimia keton adalah gejala diabetes yang paling perlu diwaspadai. Jika gejala ini muncul berarti kadar gula dalam darah sudah terlalu tinggi dan harus segera diturunkan.

Demikianlah 13 gejala diabetes alias penyakit kencing manis yang patut kita waspadai. Gejala nomor 1-3 adalah trias klasik gejala awal yang paling sering muncul pada penyakit diabetes. Segeralah memeriksakan diri ke dokter jika Anda memiliki dua atau lebih dari gejala-gejala di atas. Tentu hidup sehat menjadi solusi sebelum Anda dan kita semua terkena penyakit diabetes.

Bagikan artikel ini:
loading...

One Response

  1. suryadie April 6, 2016