Mengenal Penyakit HIV AIDS di Indonesia

Penyakit HIV AIDS – Dewasa ini penyakit HIV makin marak ditemui di berbagai wilayah di Indonesia. Tentu hal ini menjadi ancaman tersendiri bagi pemerintah Indonesia yang cukup serius. Namun apa itu penyakit HIV? Mari kita tilik lebih lanjut.

Penyakit HIV kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh. Virus ini pertama kali terdeteksi di Indonesia pada tahun 1987 sebanyak 4 kasus. Virus ini terus merebak seperti fenomena gunung es. Pada tahun 2004 sudah tercatat 2.864 kasus penyakit HIV terjadi di Indonesia dan sebanyak 1.525 untuk kasus penyakit AIDS. Apa perbedaan antara penyakit HIV dan penyakit AIDS? Penyakit HIV merupakan virus yang dapat menyebabkan terjadinya AIDS, sedangkan Acquired Imunnodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan berbagai penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh. Ada 4 fase perubahan HIV menjadi AIDS, berikut penjelasannya.

Penyakit HIV AIDS

Loading...

4 Fase Perubahan Penyakit HIV Menjadi AIDS

  • Fase 1, terjadi pada umur infeksi 1 – 6 bulan. Pada fase ini vius belum dapat terdeteksi dalam darah dan belum terlihat gejala fisik yang terjadi.
  • Fase 2, terjadi pada umur infeksi 2 – 10 tahun. Pada fase ini virus sudah dapat terdeteksi dalam darah, tetapi gejala fisik masih belum ada.
  • Fase 3, terjadi pada usia infeksi yang bervariatif dengan adanya gejala fisik yang mulai mincul, msalnya diare atau sariawan.
  • Fase 4, disebut sebagai AIDS karena terdapat beberapa gejala yang muncul secara berasamaan, yaitu turunnya berat badan, diare, sariawan, demam, infeksi saluran nafas, dll.

Penularan Penyakit HIV AIDS

Virus HIV/AIDS dapat ditularkan melalui media darah, cairan sperma, dan cairan vagina. Adapun penularannya sendiri dapat melalui berbagai cara, diantaranya:


  1. Transfusi darah, di mana darah yang digunakan tercemar virus HIV
  2. Kontak seksual, terutama pada orang yang suka bergonta-ganti pasangan seksual
  3. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan digunakan bergantian
  4. Penularan langsung dari ibu kepada bayinya, baik saat hamil, ketika proses persalinan, ataupun setelah melahirkan.

Namun, masih banyak pandangan yang keliru tentang penyakit HIV/AIDS sehingga stigma atau diskriminasi pada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS atau sebuta bagi penderita HIV AIDS) juga masih banyak terjadi. Perlu kita ketahui bahwa penyakit HIV AIDS tidak menular melalui udara, makanan atau minuman, sentuhan langsung, ataupun bertukar pakaian.

Penyakit HIV AIDS dapat dicegah dengan cara tidak bergonta-ganti pasangan atau setia pada pasangan, menggunakan kondom saat berhubungan seksual (meskipun ini tidak begitu berdampak besar dalam mencegah penyakit HIV AIDS), tidak melakukan hubungan intim dengan pasangan yang belum sah secara agama maupun hukum, serta menghindari penggunaan NAPZA terutama bergantian jarum suntik. Selain itu, test awal untuk deteksi dini penyakit HIV/AIDS juga dapat dilakukan secara sukarela.

Banyak masyarakat yang sering menolak untuk dilakukan deteksi dini terhadap penyakit HIV/AIDS ini karena malu, takut, dan terlebih karena tidak tahu. Tes HIV/AIDS dilakukan secara rahasia dan disertai dengan konseling, sehingga hasil dari tes tersebut tidak akan tersebar keluar. Dan bila ternyata hasilnya positif, akan ada tim khusus yang mendampingi untuk pemulihan dan terapi baik secara fisik maupun mental / psikologis. Berikut tergambar bagan garis besar prosedur tes yang dilakukan:

Prosedur tes pemerikasaan penyakit HIV AIDS

Prosedur tes pemerikasaan penyakit HIV AIDS

Kewaspadaan, kesadaran, kepedulian, serta dukungan moral dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam menghadapi ancaman penyakit HIV/AIDS agar tidak semakin marak terjadi. Peran aktif dari ODHA untuk patuh dalam menjalani terapi, menjaga kesehatan diri, menghindari pergaulan bebas dan penggunaan NAPZA juga merupakan komponen yang sangat penting dalam suksesnya memerangi penyakit HIV/AIDS di Indonesia ini. Mari kita wujudkan Indonesia sehat, bebas dari HIV/AIDS!

Bagikan artikel ini:
Loading...