Kenali Dan Waspadai Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer – Dewasa ini orang-orang semakin dimanjakan oleh fasilitas smartphone atau gadget yang dimilikinya. Dengan adanya berbagai aplikasi, kita tidak perlu lagi menghafal nomor telepon, daftar belanjaan, cara kerja suatu alat, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan penggunaan fungsi otak menurun sehingga kita menjadi mudah lupa. Namun benarkah gejala mudah lupa yang kita alami hanyalah gejala biasa? Bagaimana jika gejala mudah lupa yang sering muncul adalah karena penyakit Alzheimer?

Penyakit Alzheimer

Sejarah Nama Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer dapat didefinisikan sebagai penyakit yang menimbulkan gangguan kemampuan kognitif dan perilaku yang dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan penderitanya. Yang paling menakutkan adalah penyakit ini bersifat progresif, artinya semakin lama penyakit ini akan berkembang semakin buruk dan tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini pertama kali ditemukan tahun 1901 oleh seorang dokter ahli jiwa dari Jerman yang bernama dr. Alois Alzheimer. Saat itu seorang pasien wanita berusia 51 tahun datang padanya dengan gejala mudah lupa. Hanya dalam kurun waktu 5 tahun, si pasien akhirnya meninggal dunia. Setelah diselidiki lebih lanjut, dr. Alzheimer menemukan adanya pengerasan pada beberapa bagian otak pasien tersebut, terutama pada area otak yang disebut hipokampus, di mana hipokampus sangat berperan dalam menyimpan memori manusia. Oleh karena itu penyakit ini diberi nama penyakit Alzheimer.

Loading...

Penyebab dari penyakit Alzheimer tidak diketahui secara pasti. Namun, sebagian besar ahli mengatakan penyakit ini timbul karena faktor genetik tertentu yang dimiliki oleh penderita. Selain itu beberapa faktor yang memicu risiko timbulnya penyakit ini adalah usia tua, hipertensi, obesitas, kerusakan otak yang pernah terjadi, dan masih banyak hal lain yang masih diteliti hingga saat ini. Selain pengerasan pada bagian otak penyimpan memori, pengerasan pada area otak yang mengatur pusat berpikir dan pembuat keputusan juga terjadi pada penyakit Alzheimer. Jadi jelas di sini bahwa penyakit Alzheimer akan sangat menggangu aspek kehidupan penderitanya terutama dalam aspek kehidupan sosial.

Saat tanda dan gejala Alzheimer pertama mulai muncul, berarti penderita telah menderita penyakit Alzheimer selama 10-20 tahun tanpa ia ketahui. Berdasarkan tanda dan gejalanya, keparahan penyakit Alzheimer dapat digolongkan menjadi 3, yaitu penyakit Alzheimer ringan, sedang, dan berat. Mari kita bahas lebih lanjut gejala dari masing-masing tingkatan satu per satu.

Gejala Penyakit Alzheimer di Masing-masing tingkatan

  1. Penyakit Alzheimer tingkat keparahan ringan, memiliki tanda dan gejala :

       – ingatan menurun

       – tampak kebingungan meskipun berada di tempat yang biasa dikunjungi

       – aktivitas keseharian lebih lamban dari biasanya

       – memerlukan waktu yang lama dalam mengambil keputusan

       – kehilangan inisiatif dari dalam diri


       – perubahan kepribadian mulai tampak

  1. Penyakit Alzheimer tingkat keparahan sedang, memiliki tanda dan gejala :

       – ingatan semakin memburuk

       – mulai mudah lupa terhadap anggota keluarga sendiri

       – memiliki kesulitan dalam membaca, menulis, dan bekerja dengan angka

       – sulit berpikir secara logis

       – tidak dapat mempelajari hal-hal baru

       – gelisah, cemas, dan mudah sedih terutama saat menjelang malam

       – bicara hal yang sama berulang-ulang

       – melakukan gerakan yang sama berulang-ulang

       – timbul halusinasi

       – sulit untuk mengontrol perilaku dan emosi

  1. Penyakit Alzheimer tingkat keparahan berat, memiliki tanda dan gejala:

       – tidak dapat mengenali orang-orang terdekatnya

       – tidak dapat berkomunikasi dengan baik, hanya dapat mengerang

       – mengalami depresi hingga kehilangan berat badan

       – timbul kejang

       – sulit untuk menelan makanan

       – waktu tidur lebih panjang dari biasanya

       – tidak dapat mengontrol buang air kecil atau pun buang air besar

Pada fase akhir dari penyakit ini, penderita hanya terbaring di tempat tidur, sehingga berdampak dalam munculnya penyakit komplikasi lain, seperti pneumonia (infeksi paru), ulkus dekubitus (lecet pada tubuh yang disebabkan tirah baring terlalu lama), atrofi otot (mengecilnya seluruh otot tubuh karena tidak digerakkan), dan masih banyak komplikasi lainnya yang dapat timbul.

Risiko berkembangnya penyakit Alzheimer dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Pada salah satu studi yang pernah dilakukan di Paris, disimpulkan bahwa konsumsi sayuran, buah-buahan, ikan, dan minyak omega 3 dapat menurunkan risiko timbulnya penyakit Alzheimer. Aktivitas fisik seperti olahraga rutin minimal 30 menit setiap harinya sangat dianjurkan. Selain olah raga secara fisik, olahraga otak pun juga harus dilakukan untuk mencegah penurunan fungsi memori. Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan bermain koordinasi tangan atau menghafal nomor telepon anggota keluarga terdekat.

Namun, apabila penyakit Alzheimer telah terdiagnosis, pengobatan secara holistik harus dilakukan. Penderita harus memeriksakan diri secara berkala ke dokter spesialis penyakit saraf dan patuh untuk mengonsumsi obat secara rutin. Selain itu konsultasi ke ahli rehabilitasi medik pun perlu dilakukan untuk mencegah perburukan kondisi. Hal yang tak kalah pentingya adalah dukungan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, kenali dan wasapadai sedari dini penyakit Alzheimer, jalani pola hidup sehat sebagai tindak pencegahan, dan berikan dukungan Anda bagi para penderita Alzheimer.

Bagikan artikel ini:
Loading...