9 Ramuan Herbal Untuk Menyembuhkan Penyakit Ambeien/Wasir

Penyakit Ambeien |Ruangsehat.net – Penyakit Ambeien sering dikenal juga dengan sebutan Wasir atau hemorrhoid dalam bahasa inggris dan latin adalah gangguan pada anus.  Yaitu berupa gangguan berupa sphinchterani atau bibir anus mengalami pembengkakan kadang disertai pendarahan.

Pembengkakan disebabkan adanya kenaikan tekanan pada pembuluh darah di daerah panggul dan rektum. Sejalan dengan meningkatnya tekanan darah berkumpul di pembuluh darah memicu pembengkakan akhirnya pembuluhdarah yang bengkak itu menyebar ke jaringan disekitarnya dan terjadilah Ambeien.

Penyakit Ambeien

Gambaran Penyakit Ambeien

Bukan Penyakit

Ambeien atau Wasir dapat dialami oleh siapapun. Namun seringkali penderita merasa malu atau dianggap tidak penting maka kurang memperhatikan gangguan kesehatan ini.

Loading...

Secara anatomi ambeien bukanlah penyakit, melainkan perubahan fisiologis yang terjadi pada bantalan pembuluh darah di dubur, berupa pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah dan jaringan sekitarnya.

Fungsi bantalan ini sebagai klep/katup yang membantu otot-otot dubur menahan feses. Bila terjadi gangguan (bendungan) aliran darah, maka pembuluh darah akan melebar dan membengkak, keadaan ini disebut ambeien.

Jika penyakit ambeien ini tidak segera di obati maka, penyakit ini akan semakin memperburuk kondisi penderitanya karena daging yang menonjol keluar akan semakin membesar sampai sebesar bola tenis dan mengakibatkan harus di lakukannya operasi.

Dua Macam Ambeien

Secara umum, ambeien dibagi dua yaitu Ambeien Internal dan Ambeien eksternal.

1. Ambeien Internal

Kebanyakan ambeien internal tidak menimbulkan rasa sakit. Namun jika ukurannya besar, bisa timbul rasa sakit bila ambeien tertekan otot yang mengendalikan anus. Rasa sakit yang amat sangat bisa jadi pertanda berhentinya suplai darah ke ambeien.

Masalahnya jadi tidak sederhana lagi, bila ambeien internal ini membesar dan keluar ke bibir anus yang menyebabkan kesakitan. Ambeien yang terlihat berwarna pink ini setelah sembuh dapat masuk sendiri, tetapi bisa juga didorong masuk.

2. Ambeien Eksternal

Sakit di daerah anus. Darah terkumpul di bawah kulit, membentuk benjolan keras dan jika disentuh menimbulkan rasa sakit, perih, dan gatal. Jika terdorong keluar oleh feses, ambeien ini dapat mengakibatkan penggumpalan (trombosis), yang menjadikan ambeien berwarna biru-ungu.

Penyebab Ambeien

Peningkatan tekanan vena akibat mengedan ( diet rendah serat ) atau perubahan hemodinamik ( selama hamil ) menyebabkan dilatasi kronis dari pleksus vena submukosa. Ditemukan pada posisi jam 3, 7, dan 11 pada lubang anus.

Selain itu Ambeien / hemorrhoid juga disebabkan karena :

  1. Faktor keturunan
  2. Kehamilan karena perubahan hormonal
  3. Obstipasi (konstipasi/sembelit) yang menahun.
  4. Penyakit yang membuat penderita sering mengejan, misalnya: pembesaran prostat jinak ataupun kenker prostat, penyempitan saluran kemih, dan sering melahirkan anak.
  5. Penekanan kembali aliran darah vena, seperti pada kanker dubur, radang dubur, penyempitan dubur, kenaikan tekanan pembuluh darah porta (di dalam rongga perut), sakit lever jenis sirosis (mengkerut), lemah jantung, dan limpa bengkak.
  6. Banyak duduk.
  7. Diare menahun.
  8. Peregangan. Ini misalnya terjadi pada seseorang yang suka melakukan hubungan seksual yang tidak lazim yaitu anogenital.

Gejala Ambeien

  1. Pendarahan dubur, darah yang keluar bisa berupa tetesan namun juga bisa mengalir deras, darah berwarna merah muda, penderita biasanya tidak merasa sakit.
  2. Rasa mengganjal, setelah BAB (buang air besar) ada sensasi rasa mengganjal, kondisi ini menciptakan kesan bahwa proses BAB belum berakhir, sehingga seseorang mengejan lebih kuat, tindakan ini justru membuat ambeien semakin parah.
  3. Gatal, karena bagian yang terasa nyeri di dubur sulit dibersihkan, virus akan sangat mudah menyebabkan infeksi kulit yang memicu rasa gatal.

Untuk mengetahui lebih akurat periksakan ke dokter anda untuk mendiagnosa jika anda mengalami gejala Ambeien.


Ambeien Pada Ibu Hamil

Hal ini terjadi pada ibu hamil akibat tekanan pertumbuhan janin pada vena hemorrhoid. Ibu hamil sangat rentan menderita ambeien karena meningkatnya kadar hormon kehamilan yang melemahkan dinding vena di bagian anus. Banyak ibu hamil yang menderita ambeien setelah 6 bulan usia kehamilan karena adanya peningkatan tekanan vena dalam area panggul.

Ambeien juga rawan terjadi pada beberapa ibu hamil selama proses persalinan akibat tekanan bayi yang kuat. Komplikasi setelah melahirkan juga memicu ambeien. Sebagai contoh, lembutnya daerah vagina dan bagian anus acap menyebabkan ibu menunda buang air besar, sehingga memicu terjadinya sembelit dan wasir.

Gambaran Klinis Tentang Ambeien

1. Derajat I : Perdarahan merah segar tanpa rasa nyeri dan rasa gatal.

2. Derajat II : Perdarahan, menonjol, nyeri, dan reposisi spontan.

3. Derajat III : Perdarahan, mononjol, sangat nyeri, dan reposisi manual.

4. Derajat IV : Perdarahan, tonjolan tetap, nyeri terus menerus, dan tidak dapat reposisi.

9 Ramuan Herbal Untuk Menyembuhkan Ambeien

Bagi Anda penderita Ambeiein, berikut kami uraikan 9 ramuan herbal yang dapat digunakan untuk menyembuhkan atau meredakan Ambeien/Wasir yang diambil dari Buku 812 Resep untuk Mengobati 236 Penyakit karangan Drs. H Arief Haryana.

1.  Akar Jeruk Nipis

Bahan :
Akar jeruk nipis 1/2 genggam, air 6 gelas

Pemakaian :
Akar jeruk nipis dicuci bersih, kemudian direbus dalam 6 gelas air dengan api kecil hingga tersisa 3 gelas. Setelah dingin, airnya diminum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

2. Daun Komprey

Bahan :
Daun Komfrey segar 4 lembar, Garam secukupnya, Air 4 gelas

Pemakaian :
Cara pertama, lemaskan daun komfrey dengan garam, lalu dicuci. Makan 2 kali sehari sebagai lalap.
Cara kedua, daun komfrey dijus, lalu sarinya dimnum untuk 2 kali sehari. Cara ketiga, rebus daun komfrey dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas, kemudian airnya diminum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

3. Bayam Duri

Bahan :
Bayam duri segar 1 tanaman

Pemakaian :
Setelah dicuci bersih, bayam dun direbus dengan air secukupnya. Bagian yang sakit diuapi dan dicuci dengan air rebusan.

4. Biji Buah Makasar

Bahan :
Biji buah makasar 7 buah

Pemakaian :
Biji buah makasar digiling hingga halus, kemudian masukkan ke dalam kapsul. Minum sekaligus sesudah makan.

5. Daun Wungu

Bahan :
Daun wungu 4 gram, Pegagan segar 13 gram, Tempuh wiyang 3 tanaman utuh, Bawang merah 3 buah,  Adas 3 butir, Pulosari 1/2 jari, Rimpang kunyit 10 gram dan air 3 gelas

Pemakaian :
Semua bahan dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Lalu, direbus dalam 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 1/2 gelas. Setelah disaring, airnya diminum 2 kali sehari,masing-masing 3/4 gelas.

5. Daun Iler

Bahan :
Daun iler segar 25 gram, Gula merah 5 gram,  Air 2 gelas

Pemakaian :
Daun i1er dicuci hingga bersih, kemudian rebus dalam 2 gelas air selama 15 menit. Tambahkan gula merah dan aduk hingga rata. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum sekaligus.

6. Daun Keji Beling

Bahan :
Daun keji beling segar 250 gram dan air 6 gelas

Pemakaian :
Daun keji beling direbus dalam 6 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

7. Daun Wungu

Daun wungu segar 10 gram dan air 2 gelas

Pemakaian :
Daun wungu dicuci hingga bersih, kemudian direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan disaring dan diminum sampai sembuh.

8. Daun Wungu dan Daun Sendok

Bahan : Daun wungu segar 10 gram, Daun sendok segar 5 gram dan Air 3 gelas

Pemakaian :
Semua bahan dicuci hingga bersih, lalu direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin air disaring dan diminum pada siang hari.

9. Daun Kembang Bugang

Bahan :
Daun kembang bugang 9 lembar, Madu secukupnya dan air 3gelas

Pemakaian :
Daun kembang bugang dicuci hingga bersih, kemudian dipotong-potong. Rebus potongan daun dalam 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum dengan madu.

Demikian artikel tentang penyakit Ambeien. Semoga bermanfaat.

Referensi:

812 Resep untuk Mengobati 236 Penyakit karangan. Arief Haryana. Penebar Swadaya. 2005.

Bagikan artikel ini:
Loading...


loading...