Jangan Biarkan Penyakit Insomnia Mengganggu

Penyakit Insomnia merupakan gangguan sulit tidur yang sering terjadi pada orang berusia lanjut. Namun, belakangan ini orang dewasa usia produktif antara 20-50 tahun pun sudah banyak yang memiliki gangguan insomnia. Penyakit insomnia dapat diartikan sebagai kesulitan dalam memulai tidur, mempertahankan tidur, dan menjaga kualitas tidur sehingga mengganggu aktivitas harian dari si penderita. Berbagai kriteria untuk menegakkan diagnosis insomnia bermunculan. Namun, kriteria yang paling sering dipakai untuk menentukan seseorang menderita insomnia yaitu:

  1. Membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk memulai tidur,
  2. Sulit mempertahankan tidur, terbangun dalam kurun waktu kurang dari 6 jam,
  3. Terbangun lebih dari 3x dalam satu malam dan sulit untuk tidur kembali,
  4. Memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga masih merasa lelah keesokan harinya.

Bila seseorang mengalami satu saja gejala tersebut, di mana gejala tersebut muncul selama minimal 3 hari dalam 1 minggu, maka seseorang tersebut sudah dapat dikatakan menderita penyakit insomnia.

Penyakit Insomnia

Loading...

Faktor Penyebab Penyakit Insomnia

Insomnia dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, baik faktor fisik / jasmani dan faktor psikologis. Penyakit insomnia karena faktor fisik disebabkan oleh kondisi medis lain yang sedang dialami si penderita, misal sedang menderita penyakit radang sendi, tekanan darah tinggi, penyakit yag diakibatkan karena gangguan saraf, masalah saluran pencernaan, penyakit jantung, penyakit kanker, dll. Sedangkan penyakit insomnia karena faktor psikologis dapat dikarenakan tekanan / stress yang sedang dihadapi penderita, misal masalah dalam keluarga, pekerjaan, sekolah, dan aktivitas sehari-hari lainnya.

Lingkungan sekitar penderita juga perlu diperhatikan karena sangat berpengaruh dalam munculnya gangguan tidur. Suara ribut di sekitar, suhu yang terlalu ekstrim, dan tempat tidur yang tidak nyaman, jika dirasakan berlarut-larut akan membentuk sebuah kebiasaan, di mana seseorang akan memiliki gangguan sulit tidur. Selain 2 faktor di atas, penyakit insomnia juga dapat timbul pada penderita dengan gangguan mental dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.


Dampak Penyakit Insomnia Bagi Kesehatan

Penyakit insomnia tidak boleh dianggap remeh sebagai gangguan tidur biasa. Berbagai dampak yang muncul akibat insomnia yaitu:

  • Menurunnya konsentrasi dan daya ingat,
  • Rasa mudah lelah,
  • Tidak bersemangat,
  • Dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, yang dapat berujung pada kematian.

Bila hal ini dibiarkan berlarut, sudah dapat dipastikan kualitas hidup seseorang akan menurun.

Terapi Penyakit Insomnia

Oleh karena itu, penyakit insomnia harus segera diatasi dengan baik. Menurut salah satu asosiasi yang meneliti perilaku tidur di Amerika, ada 2 tujuan dari terapi penyakit insomnia, yaitu: meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi dampak terganggunya aktivitas harian. Berbagai macam pendekatan terapi yang dilakukan akan sangat bergantung pada penyebab penyakit insomnia itu sendiri. Jika penderita memiliki masalah medis, maka masalah medis tersebut yang diatasi. Jika penyakit insomnia terjadi karena masalah psikologis, maka intervensi atau pendekatan psikologis dan perilaku sangatlah dibutuhkan.

Terapi dari penyakit insomnia dimulai dengan edukasi mengenai masalah dan pola tidur yang dialami penderita. Biasanya selama 1-2 minggu penderita diminta untuk mengagendakan pola tidur mereka. Dari catatan yang dibuat, para ahli akan melakukan evaluasi apakah ada pola khusus yang terjadi. Bila gangguan tidur yang terjadi adalah sulit untuk memulai tidur, maka terdapat kecenderungan bahwa penderita mengalami gangguan cemas. Apabila gangguan tidur yang terjadi adalah sering terbangun tengah malam, maka evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui adanya kemungkinan kondisi depresi pada penderita perlu dilakukan. Pemberian obat-obatan yang bersifat menenangkan juga dapat diberikan pada penderita insomnia sesuai dengan petunjuk dokter.

Selain terapi dari para ahli, terapi dari diri sendiri juga sangatlah penting. Gaya hidup sehat perlu untuk diterapkan. Berolahraga secara teratur dan makan-makanan bergizi secara seimbang terbukti dapat mengurangi gangguan tidur yang terjadi. Semangat dan motivasi dari dalam diri untuk memperbaiki pola tidur, menghadapi setiap tekanan, dan juga cara menghadapi setiap masalah yang muncul harus senantiasa dilatih. Penyakit insomnia bukan lagi hal yang dapat dibiarkan menjadi sebuah kebiasaan, melainkan harus kita hadapi dan kita singkirkan untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Bagikan artikel ini:
Loading...


loading...