Penyakit Vitiligo: Pengertian, Penyebab dan Pengobatannya

Penyakit Vitiligo | Ruangsehat.net –┬áKulit adalah lapisan terluar dari tubuh kita yang tampak secara kasat mata. Sebagian besar orang Asia terutama orang Indonesia memiliki warna kulit kecoklatan atau sawo matang, tetapi tak jarang juga warna kulit sebagian orang tampak lebih terang karena faktor genetik dalam keluarganya.

Warna kulit yang tidak seragam antar bagian tubuh yang satu dengan yang lainnya dipengaruhi oleh keberadaan pigmen kulit seseorang. Bagian kulit tertentu dapat menjadi lebih gelap atau lebih terang dibandingkan area sekitarnya. Area kulit yang tampak lebih gelap disebabkan oleh adanya peningkatan pigmen kulit, misal karena terpapar sinar matahari dalam kurun waktu yang cukup lama. Keadaan ini disebut dengan hiperpigmentasi.

Sedangkan kulit yang tampak memudar atau lebih terang dibandingkan kulit di sekitarnya mengalami proses hipopigmentasi (pengurangan pigmen kulit) atau depigmentasi (hilangnya pigmen kulit). Pada hipopigmentasi dan depigmentasi, kulit sering terlihat sebagai bercak berwarna putih.

Loading...

Sebagian besar orang sering mengidentikkan bercak putih sebagai penyakit kulit seperti panu. Anggapan ini tentu saja tidak tepat. Banyak hal yang dapat memicu munculnya bercak putih pada kulit tubuh. Infeksi jamur bukanlah satu-satunya hal yang mengakibatkan munculnya bercak putih pada kulit tubuh. Kondisi sistem imun tubuh juga dapat mempengaruhi munculnya bercak putih seperti pada penyakit vitiligo. Apa itu vitiligo? Mari kita tilik lebih dalam pengertian, penyebab, dan pengobatan dari penyakit vitiligo.

Penyakit Vitiligo

Apa Itu Penyakit Vitiligo?

Vitiligo adalah kelainan pada sel pigmen kulit yang disebut melanosit. Penyakit vitiligo memiliki gambaran bercak kulit yang berbentuk oval atau bulat, berwarna putih, dan berbatas tegas sehingga tampak jelas perbedaan warna bercak kulit ini dengan area sekitarnya. Vitiligo dapat muncul pada seluruh bagian tubuh, terutama pada kulit wajah, lengan, tangan, dan kaki.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan kelainan sistem imun yang dialami oleh orang tertentu. Secara global, penyakit vitiligo dialami oleh 1-2% dari populasi dunia dan mulai tampak jelas pada usia 20 tahun. Penyakit ini bersifat progresif, artinya jika tidak segera ditangani, penyakit vitiligo akan terus berkembang dan dapat menutupi seluruh kulit tubuh.

Penyebab Vitiligo

Menurut penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa mekanisme di dalam tubuh yang menjadi penyebab vitiligo. Mekanisme penyebab vitiligo tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Penyebab vitiligo karena mekanisme penyakit autoimun dalam tubuh.

Penyakit autoimun adalah penyakit yang disebakan karena sistem pertahanan tubuh atau sistem imun manusia menyerang sel-sel yang berada dalam dirinya sendiri. Hal ini dikarenakan sistem imun seseorang memiliki tingkat reaksi yang berlebihan dalam mengenali sel tubuhnya sendiri. Sistem imun tersebut seringkali keliru menganggap sel tubuh yang sedang beregenerasi sebagai benda asing.

Pada penyakit vitiligo, sistem imun penderita menyerang sel-sel pigmen kulit (melanosit) sehingga pigmen kulit tersebut hancur. Hal ini mengakibatkan kulit tidak lagi memiliki melanosit sehingga kulit tampak berwarna pudar atau putih. Hingga saat ini, penyebab munculnya proses autoimun itu sendiri belum dapat dijelaskan dengan pasti. Namun, faktor genetik dipercaya cukup berperan dalam terjadinya proses autoimun ini.

  1. Penyebab vitiligo karena pigmen kulit yang tidak sempurna.

Pada sebagian orang yang menderita penyakit vitiligo ditemukan bahwa sel-sel pigmen kulit mereka tidak sempurna atau memiliki kecacatan. Hal ini erat kaitannya dengan faktor genetik yang mereka bawa dari lahir. Sel-sel pigmen kulit yang tidak sempurna akan memicu perusakan dan penghancuran sel-sel pigmen kulit secara cepat sehingga terjadilah depigmentasi atau hilang sel-sel pigmen kulit yang mengarah menjadi penyakit vitiligo.


  1. Penyebab vitiligo karena radikal bebas.

Radikal bebas adalah zat yang dapat merusak sel-sel tubuh manusia. Radikal bebas dapat tertimbun di dalam tubuh akibat paparan dalam waktu yang cukup lama terhadap zat-zat tertentu, seperti zat kimia pada pestisida, asap rokok, ataupun radiasi sinar UV. Pada penelitian terbaru, ditemukan bahwa penumpukan radikal bebas di dalam tubuh dapat menyerang sel-sel pigmen kulit yang memicu perusakan dan penghancuran diri sel-sel pigmen kulit. Sebagai akibatnya, kulit akan kehilangan pigmennya dan berujung pada penyakit vitiligo.

Penyakit Vitiligo Pada Wajah

Penyakit Vitiligo pada wajah

Untuk menegakkan diagnosis penyakit vitiligo agar tidak salah dengan penyakit lain dengan ciri serupa berupa bercak putih, pengambilan sampel kulit tepat pada bercak putih yang muncul perlu untuk dilakukan.

Bercak tersebut akan dikerok untuk diambil sampel serpihan kulitnya kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk dilihat apakah benar ada sel pigmen kulit yang berkurang atau hilang. Hal ini untuk memastikan bahwa bercak putih tersebut adalah karena penyakit vitiligo, bukan karena penyakit infeksi jamur seperti panu.

Setelah diagnosis penyakit vitiligo tegak, pengobatan vitiligo harus segera dilakukan karena penyakit ini sudah tentu sangat mengganggu bagi para penderitanya.

Penyakit ini dapat meluas ke seluruh tubuh dan sering membuat orang menjadi tidak percaya diri akan penampilannya. Tak jarang juga orang-orang di sekitarnya menjadi enggan untuk mendekat karena takur tertular. Padahal telah kita ketahui bersama bahwa penyakit vitiligo bukan suatu penyait infeksi dan tidak menular.

Penyembuhan Vitiligo

Secara medis, penyembuhan vitiligo dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan metode non bedah, serta metode fototerapi. Untuk lebih detail, berikut penjelasan metode pengobatan penyakit vitiligo dalam dunia kedokteran:

1 | Penyembuhan vitiligo dengan metode non bedah

Penyembuhan vitiligo dengan metode non bedah dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan fototerapi, terapi laser, dan pemberian obat golongan steroid.

  • Metode fototerapi.

Metode fototerapi dilakukan pada ruangan khusus dan dengan menggunakan sinar UV-B. Sinar ini langsung menyasar pada bercak putih vitiligo agar kulit mengalami repigmentasi atau pembentukan kembali pigmen kulit. Pada penelitian yang telah dilakukan, 70% penderita penyakit vitiligo berhasil mengalami repigmentasi kulit dengan metode ini sehingga kulit mereka berangsur-angsur berwarna normal kembali.

  • Metode terapi laser.

Metode terapi laser ini efektif dilakukan pada bercak putih vitiligo yang masih terbatas pada area tertentu dan belum meluas ke seluruh tubuh.

  • Pemberian obat golongan steroid.

Obat golongan steroid yaitu obat yang memiliki fungsi untuk menekan sistem imun seseorang. Pemberian obat golongan steroid ini dapat berupa salep oles dan juga obat minum. Dengan obat ini diharapkan sistem imun penderita vitiligo dapat ditekan sehingga proses reaksi autoimun yang menyebabkan munculnya penyakit vitiligo tidak terjadi.

2 | Penyembuhan vitiligo dengan metode bedah

Penyembuhan vitiligo dengan metode bedah bertujuan untuk mengembalikan pigmen kulit yang hilang. Metode ini dilakukan dengan mengambil sedikit bagian kulit yang memiliki pigmen kulit normal dan menanamkannya pada bagian kulit yang kekurangan atau tidak memiliki pigmen kulit, seperti sistem cangkok. Dengan metode ini diharapkan penyembuhan vitiligo selanjutnya terjadi secara alami di mana sel pigmen kulit akan berkembang dengan sendirinya di area yang baru.

Selain 2 metode di atas, kita dapat mencegah penyakit vitiligo dengan mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, nanas, apel, anggur, tomat, bayam, atau paprika. Vitamin C terbukti memiliki kandungan senyawa antioksidan yang tinggi untuk memerangi radikal bebas yang dapat memicu perusakan sel pigmen kulit yang berujung pada penyakit vitiligo.

Itulah tadi informasi seputar penyakit vitiligo. Perlu kita ingat bahwa tidak semua bercak putih adalah panu. Kita harus tahu pasti apa penyebab bercak putih yang muncul di kulit sehingga pengobatan yang tepat dapat kita dapatkan.

Bagikan artikel ini:
Loading...


loading...