Waspadai 7 Risiko dan Bahaya Bleaching Rambut

Bleaching Rambut | Ruangsehat.net – Dewasa ini berbagai model gaya rambut begitu marak ditawarkan untuk meningkatkan penampilan. Mulai dari potongan rambut yang beragam, rebonding, catok, pewarnaan rambut dengan model ombre, toning, dan juga bleaching rambut.

Masing-masing teknik yang dilakukan tersebut bertujuan untuk memperindah dan membuat tampilan yang berbeda dari pelanggan yang menginginkannya.  Namun, ternyata tidak semua prosedur tersebut aman 100% untuk dikerjakan. Salah satu teknik pewarnaan rambut yang paling berisiko yaitu teknik bleaching rambut.

Bleaching rambut adalah salah satu teknik untuk mengubah warna rambut dengan menghilangkan pigmen rambut sehingga warna rambut tampak lebih terang. Bleaching rambut biasanya menghasilkan warna pirang, abu-abu, atau bahkan putih. Beberapa orang memilih teknik tersebut untuk mendapatkan warna rambut menyerupai orang barat.

Loading...

Namun, siapa sangka ternyata bleaching rambut memiliki risiko dan bahayanya sendiri. Berikut risiko dan bahaya bleaching rambut yang harus Anda waspadai:

Bleaching Rambut

7 Risiko dan Bahaya Bleaching Rambut

  1. Bleaching rambut dapat merusak struktur rambut.

Bleaching rambut dilakukan dengan menghilangkan pigmen rambut menggunakan zat yang disebut hidrogen peroksida. Zat ini akan mengikis keseluruhan pigmen yang ada di rambut. Selain pigmen rambut, hidrogen peroksida ternyata juga menyerang dan merusak struktur rambut yang lain seperti saraf dan lapisan kutikula yang ada pada rambut.

  1. Bleaching rambut membuat rambut mudah patah dan bercabang

Bleaching rambung dapat membuat rambut Anda mudah patah dan bercabang karena lapisan kutikula ikut dirusak selama proses bleaching berlangsung. Kutikula merupakan lapisan pelindung folikel rambut yang berperan penting dalam menjaga pertumbuhan rambut agar tetap kuat dan sehat. Jika lapisan ini menghilang, rambut akan mudah patah dan bercabang.

  1. Bleaching rambut meningkatkan kerontokan rambut

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, zat hidrogen peroksida yang digunakan untuk prosedur bleaching rambut dapat ikut merusak saraf rambut. Hal ini akan mengganggu pertumbuhan rambut dan menyebabkan peningkatan kerontokan rambut.

  1. Bleaching rambut dapat merusak rambut sampai ke akarnya dan menimbulkan kebotakan

Bleaching rambut yang dilakukan hingga ke pangkal rambut dapat merusak rambut hingga ke akarnya. Hal ini akan membuat rambut rapuh dan sulit untuk tumbuh kembali. Folikel-folikel dan saraf rambut yang terdapat di pagkal rambut akan ikut terkikis dan menghilang. Hal ini dapat menimbulkan kebotakan permanen pada area rambut tertentu yang tidak dapat mentolerir zat kimia yang menyerang rambut.


  1. Bleaching rambut membuat rambut kering dan kasar

Bleaching rambut dapat ikut merusak folikel rambut di mana salah satu fungsi folikel rambut adalah sebagai tempat kelenjar minyak untuk memproduksi minyak yang menjaga rambut tetap lembab dan melindungi rambut dari paparan langsung panas matahari. Jika folikel rambut rusak, kelenjar minyak tidak dapat lagi menghasilkan minyak sehingga rambut akan cenderung kering dan kasar.

  1. Bleaching rambut dapat menyebabkan reaksi alergi

Teknik bleaching rambut menggunakan zat-zat kimia yang tentu saja dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang, terlebih pada orang yang memiliki riwayat alergi. Reaksi alergi yang ditimbulkan dapat berupa reaksi alergi lokal di area sekitar rambut hingga reaksi alergi sistemik yang dapat mempengaruhi organ tubuh yang lain.

Reaksi alergi lokal yang timbul dapat berupa rasa perih dan panas seperti terbakar pada kulit kepala, rasa gatal yang tak tertahankan di area sekitar rambut, dan muncul ruam merah pada kulit kepala.

Sedangkan reaksi alergi sistemik yang mungkin muncul dapat berupa bengkak pada mata, air mata yang terus keluar, muncul ruam-ruam merah pada seluruh kulit tubuh, dan bahkan dapat menimbulkan sesak nafas.

  1. Bleaching rambut meningkatkan risiko terjadinya kanker

Beberapa penelitian ada yang mengungkapkan bahwa zat kimia yang digunakan pada teknik bleaching rambut dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Zat kimia ini dapat merusak sel-sel yang berada di kulit kepala sehingga sel-sel kulit kepala akan berusaha untuk melakukan replikasi atau menggandakan diri untuk tetap menjaga siklus kehidupan mereka.

Hal ini membuat sel-sel kulit kepala bereplikasi secara tidak beraturan dan menumbuhkan sel-sel kanker yang membahayakan. Zat kimia tersebut tidak hanya berada pada kulit kepala saja, tetapi dapat juga terserap masuk ke dalam pembuluh darah dan mengalir ke seluruh bagian tubuh manusia, sehingga risiko kanker yang mungkin muncul tidak hanya terjadi di kulit kepala.

7 risiko dan bahaya bleaching rambut telah dipaparkan di atas. Anda harus benar-benar mewaspadai adanya risiko dan bahaya ini. Banyak ahli mengatakan bahwa bleaching rambut adalah salah satu teknik pewarnaan rambut yang paling tidak disarankan. Para pakar rambut pun setuju bahwa bleaching rambut dilakukan dengan serangkaian proses yang dapat merusak struktur rambut.

Oleh karena itu, Anda harus menimbang dengan matang jika hendak melakukan bleaching rambut. Jika Anda memang menginginkan perubahan warna pada rambut Anda, lebih disarankan Anda memakai teknik pewarnaan yang lain, yang menimbulkan kerusakan minimal pada rambut Anda.

Bagikan artikel ini:
Loading...


loading...